Tiba Di Semarang, Petani Blitar Disambut Aktivis Pergerakan

Aksi jalan kaki (long march) petani Blitar sudah memasuki wilayah Semarang, Jawa Tengah, Jumat (18/1). Kedatangan mereka langsung disambut oleh sejumlah organisasi pergerakan se kota Semarang.

Organisasi yang melakukan penyambutan, antara lain, LBH Semarang, Partai Rakyat Demokratik (PRD), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), Serikat Tani Nasional (STN), Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND).

Para petani menginjakkan kaki di perbatasan Salatiga-Semarang sekitar pukul 15.00 WIB. Di sana puluhan pedagang buah menyambut dan mengelu-elukan petani.

Di kota Semarang, prosesi penyambutan petani dilansungkan di Bundaran Air Mancur kota Semarang. Para aktivis pergerakan dari berbagai organisasi menyampaikan orasi berisi dukungan terhadap perjuangan petani.

Seusai menggelar orasi politik secara pergantian, perwakilan petani Blitar yang tergabung dalam Front Perlawanan Petani Mataraman (FPPM) dan para aktivis pergerakan kota Semarang menggelar acara konferensi pers bersama.

Rencananya, para petani akan menginap di Gedung Pemuda di jalan Pemuda Semarang. Di sana akan digelar diskusi mengenai konflik agrarian dan perjuangan menegakkan pasal 33 UUD 1945.

Dalam perjalanan hari ke-8 ini, seorang petani bernama Kasiyanto, 47 tahun, dilarikan ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Ia menderita penyakit deman berdarah.

Besok (19/1) pagi, petani akan melanjutkan aksi long march menuju Istana Negara di Jakarta. Mereka akan menagih janji Presiden SBY terkait distribusi lahan 9 juta hektar kepada petani.

Selain itu, petani akan menuntut rezim SBY segera menjalankan pasal 33 UUD 1945 dan UUPA 1960. “Tuntutan pokok kami adalah pelaksanaan reforma agrarian. Inilah jawaban atas ketidakadilan agraria di Indonesia sekarang ini,” ujar korlap aksi, Nanik Harianti.

Menurut Nanik, dalam proses menuju reforma agrarian itu, yang paling mendesak adalah penghapusan kepemilika tanah tidak adil di tangan perusahaan besar dan pengembalian lahan milik petani yang dirampas perusahaan.

Rencananya, dalam perjalanan menuju Ibukota Negara di Jakarta, para petani masih akan melintasi beberapa kota/kabupaten, seperti Kendal, Batang, dan Pemalang.

Ulfa Ilyas

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut