Tiba Di Jakarta, Petani Pulau Padang Siapkan Aksi Jahit Mulut

Sebanyak 82 orang petani Pulau Padang, Kepulauan Meranti, Riau, akhirnya tiba di Jakarta, Jumat dini hari, 16 Desember 2011. Mereka langsung membangun tenda untuk menginap di depan gedung DPR-RI.

Para petani ini tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Penyelamat Pulau Padang (FKMP3). Mereka akan menggelar sejumlah aksi di Jakarta guna mendesak Menteri Kehutanan segera mencabut SK nomor 327 tahun 2009 tentang HTI PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Salah satu rencana aksi yang sudah dipersiapkan petani pulau padang ialah aksi jahit mulut sedikitnya 100 orang relawan petani. “Ini baru gelombang pertama. Nanti akan menyusul lagi puluhan orang. Jadi ada 100 orang yang akan menggelar aksi jahit mulut,” ujar Muhammad Riduan, salah satu aktivis yang memimpin aksi ini.

Rencana aksi jahit mulut itu sendiri akan dimulai pada hari Senin mendatang. Aksi itu merupakan bentuk perlawanan rakyat Pulau Padang terhadap keputusan Menhut memberi ijin HTI kepada PT. RAPP.

Para petani menilai, keluarnya SK Menhut nomor 327 tahun 2009 mengandung cacat administratif dan, karena itu, perlu ditinjau ulang. Petani juga menganggap SK tersebut akan membawa kerugian besar bagi rakyat Pulau Padang.

Respon Kementerian Kehutanan

Bersama dengan PP STN dan petani Jambi, perwakilan petani Pulau Padang juga sudah bertemu dengan pihak Kementerian Kehutanan yang dipimpin langsung oleh Sekjend Kemenhut, Hadi Daryanto.

Pertemuan itu menghasilkan dua keputusan penting terkait tuntutan petani pulau padang. Yang pertama, pihak Kementerian Kehutanan akan segera mengirim surat kepada Bupati Kepulauan Meranti agar segera menerbitkan rekomendasi pencabutan ijin Hutan Tanaman Industri atas nama PT. RAPP.

Yang kedua, pihak Kementerian Kehutanan juga akan mengirimkan surat kepada Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau agar tidak menerbitkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) kepada PT. RAPP.

Merespon keputusan ini, petani Pulau Padang sendiri mengaku belum puas. Mereka khawatir keputusan itu hanya sebatas “janji-janji surge”. Karena itu, meski sudah ada janji dari Kementerian Kehutanan, mereka tetap akan berencana menggelar aksi jahit mulut.

“Kita tidak boleh terbius oleh janji surga. Jadi, kita tetap akan melanjutkan aksi jahit mulut sesuai rencana. Sampai kita akan meraih kemenangan total atas tuntutan kita,” ujar Korlap aksi dari FKMP3.

AGUS PRANATA

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut