Tentang Peranan, Lapangan Kegiatan dan Perkembangan Gerakan Koperasi (Bagian Terakhir)

Dalam hubungan dengan pengembangan koperasi pertanian, adalah tepat apa yang pernah diucapkan Sdr. Menteri Koperasi, bahwa lendreform adalah syarat mutlak bagi perkembangan koperasi pertanian dan bagi mempertinggi produksi.

Kaum buruh dan pegawai negeri juga membutuhkan koperasi. Karena nilai upah atau gaji yang makin merosot, kaum buruh dan pegawai negeri berkepentingan untuk mendapat barang-barang keperluan hidup sehari-hari dengan harga murah. Karena itu jenis koperasi konsumsi bisa menolong mereka. Koperasi simpan-pinjam juga menarik kaum buruh dan pegawai negeri, untuk mendapatkan kredit membangun perumahan, membeli sepeda, sepeda motor, alat-alat perabot rumah, keperluan kenduri dan sebagainya.

Dengan dibentuknya koperasi konsumsi bagi kaum buruh dan pegawai negeri, tidaklah berarti bahwa majikan atau perusahaan dan pemerintah lepas tanggung jawab atau sebagian tanggung jawab mengenai pemeliharaan dan jaminan sosial kaum buruh dan pegawai negeri. Tanggung jawab pemeliharaan dan jaminan sosial kaum buruh dan pegawai negeri adalah sepenuhnya ditangan majikan atau perusahaan dan pemerintah.

Kaum kerajinan tangan dan kaum nelayan memerlukan pula organisasi koperasi agar mereka dengan teratur dan dengan harga yang pantas, mendapatkan bahan-bahan dan alat-alat untuk bekerja dan agar hasil pekerjaan mereka tidak jatuh ketangan tengkulak sehingga harganya sangat murah.

Koperasi nelayan yang ada sampai sekarang ternyata kebanyakan tidak menolong para nelayan yang bekerja, sebab koperasi itu hakekatnya adalah organisasi dari pada juragan-juragan perahu dan pawang-pawang ikan yang tidak bekerja.

Praktek daripada beberapa koperasi kerajinan tangan, misalnya koperasi kulit, membuktikan bagaimana majikan kulit mensalahgunakan nama koperasi. Beberapa majikan berkumpul mendirikan ,,koperasi”, semua buruh yang bekerja dalam perusahaan-perusahaan mereka didaftar menjadi anggota tanpa mereka ketahui. Dengan demikian ,,koperasi” itu mendapatkan fasilitas, termasuk kredit dari pemerintah. Sesudah ,,koperasi” itu besar lau oleh majikan itu diubah menjadi yayasan.

Kaum miskin kota membutuhkan koperasi konsumsi yang dapat meringankan beban hidup mereka, dengan mendapatkan barang-barang konsumsi melalui koperasi-koperasi dengan harga yang murah.

kaum pedagang kecil sangat membutuhkan kredit dan kesempatan membeli barang-barang dagangan tanpa melewati tengkulak-tengkulak dan tukang tjatut. Mereka memerlukan koperasi kredit atau simpan-pinjam dan koperasi pembelian bersama.

Dari keterangan saya ini yang menjelaskan bahwa kaum tani, kaum buruh dan pegawai negeri, kaum kerajinan tangan dan nelayan, kaum miskin kota dan kaum pedagang kecil membutuhkan organisasi koperasi, terbentang lapangan yang luas bagi kegiatan gerakan koperasi, lapangan kegiatan yang hanya mungkin dihadapi dengan ketekunan, kecakapan dan kejujuran daripada kader-kader atau aktivis-aktivis gerakan koperasi kita.

Dari pengalaman tentang kepentingan berkoperasi dari berbagai lapisan rakyat, dapat disimpulkan bahwa tiga bentuk koperasi adalah yang paling dibutuhkan, yaitu koperasi kredit, produksi dan konsumsi atau koperasi jual-beli bagi kaum tani.

Mengembangkan koperasi produksi dan konsumsi sepenuhnya adalah sesuai dengan ketetapan MPRS No. II/1960 bidang produksi dan distribusi yang menyatakan, bahwa daya produksi harus dikembangkan dengan mengerahkan segenap modal da potensi (funds and forces) dalam negeri dimana kaum buruh dan kaum tani memegang peranan yang penting, dan bahwa dalam mengatur dan menyalurkan distribusi bahan-bahan keperluan hidup rakyat, koperasi-koperasi harus diikutsertakan disamping RT/RK dan swasta nasional.

Akan tetapi walaupun lapangkan kegiatan koperasi luas dan bila berkembang akan mengorganisasi jumlah penduduk yang besar, haruslah dimengerti dengan jelas bahwa peranannya dalam ekonomi negeri, bersamaan dengan peranan ekonomi swasta nasional, adalah membantu untuk memperkuat sektor ekonomi negara. Gerakan koperasi sebagai salah satu sektor ekonomi tidak mungkin berkembang, lebih-lebih dalam masa peralihan menuju ekonomi nasional-demokratis, jika tidak dihubungkan dengan perjuangan melawan praktek lintah darat, tuan-tanah, tengkulak besar dan pencoleng. Gerakan koperasi tidak mungkin mempunyai perspektif tanpa bimbingan, perlindungan dan bantuan ekonomi sektor negara.

Dari catatan-catatan Jawatan Koperasi Pusat saya dapati perkembangan Organisasi koperasi dinegeri kita sekarang sbb:

Jumlah koperasi primer dan kekuatannya (akhir triwulan 1961) :

1. Jumlah 34. 780 primer

2. Jumlah anggota : 6.332.368 orang

3. Jumlah simpanan pada koperasi : Rp. 1. 629. 105. 814, 74

4. Jumlah perputaran Rp. 5. 511. 777. 048, 69

5. Jumlah dana cadangan Rp. 153. 672. 298, 71

Perbandingan jenis-jenis koperasi (akhir triwulan 1961) adalah sbb :

1. Serbausaha 40,1 %

2. Pertanian 7,5 %

3. Peternakan 0,3%

4. kerajinan dan industri 2,6%

5. Simpan-pinjam 21,1%

6. Konsumsi 24,3%

7. Perikanan 1,2%

8. lain-lain 2,1%

Dari angka-angka ini dapat dikatakan bahwa secara umum dinegeri kita sekarang terdapat kemajuan dalam jumlah koperasi, jumlah anggotanya, jumlah uang yang dikumpulkan dari anggotanya, perputaran dan dana cadangan. Kemajuan dalam jumlah koperasi primer dapat dibuktikan oleh perkembangan 3 kali lipat dalam jumlah pada tahun 1961 dibandingkan dengan pada akhir tahun 1958.

Dalam pada itu suatu perbandingan yang menncolok tentang kekuatan modal koperasi menunjukkan, bahwa koperasi kerajinan (terutama batik) yang hanya berjumlah kurang dari 3% dari seluruh jumlah koperasi memiliki 43% dari seluruh modal koperasi. (keterangan pers dari Sdr. Kepala Jawatan Koperasi).

Mengenai perbandingan jenis koperasi menunjukkan bahwa koperasti pertanian yang seharusnya merupakan bagian yang terbesar, mengingat besarnya jumlah desa-desan dan jumlah kaum tani yang seharusnya menjadi sasaran utama pengorganisasian dalam koperasi, ternyata hanya 7,5% dari seluruh primer. Kenyataan ini harus mendorong kita untuk memberikan perhatian yang lebih besar kepada pembentukan koperasi-koperasi pertanian dimasa depan. Tetapi seperti sudah saya jelaskan tadi, kunci perkembangan koperasi pertanian adalah penyelesaian landreform, bukan hanya landreform terbatas seperti yang dilaksanakan dengan sangat lambatnya sekarang, tetapi landreform yang radikal, yang menghapuskan samasekali penghisapan tuan tanah, mensita tanah-tanah tuan tanah dan membagikannya kepada kaum tani, terutama kepada tani miskin dan buruh tani.

Selanjutnya perkembangan gerakan koperasi adalah tergantung dan tidak dapat dipisahkan daripada perkembangan revolusi. penyelesaian tuntutan-tuntutan revolusi Agustus 1945 sampai ke akar-akarnya, suatu kemenangan revolusi nasional-demokratis adalah suatu syarat bagi perkembangan koperasi-koperasi progresive untuk kemudian menjadi koperasi-koperasi sosialis. Karena itu gerakan koperasi walaupun ia adalah non-partai tidak boleh terpisah daripada kegiatan-kegiatan politik revolusioner.

Gerakan koperasi kita adalah gerakan yang mendukung dan memperjuangkan Manipol, karenanya gerakan koperasi kita harus menjadi alat pemersatu rakyat, dan oleh karenanya harus bebas daripada berbagai phobi, terutama Nasakom-phobi. Didalam gerakan koperasi kader-kader atau aktivis-aktivis Nasakom harus bersatu dan berlomba-lomba bekerja baik bagi kepentingan massa anggota koperasi dan massa rakyat.

*) Diambil dari buku berjudul “Peranan Koperasi Dewasa ini”, ditulis Oleh DN. Aidit, diterbitkan oleh Dept. Agitprop CC PKI tahun 1963.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut