Tenda ‘Aksi Pendudukan’ Warga Tanah Merah Dibongkar Paksa

JAKARTA (BO): Ratusan pasukan gabungan Satpol PP dan Polres Metro Jakarta Pusat membongkar paksa tenda ‘aksi pendudukan’ warga Tanah Merah di depan kantor Mendagri, di Jalan Merdeka Utara, Jakarta (7/2/2012).

Tidak hanya itu, Satpol PP juga menghancurkan WC umum yang baru sehari dibangun oleh warga Tanah Merah. Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB.

Tindakan pembongkaran ini mendapat perlawanan warga. Namun, karena jumlah massa yang tidak berimbang, warga tak kuasa menghalau kedatangan 400-an anggota Satpol PP dan kepolisian tersebut.

“Tiba-tiba saja ratusan pasukan datang lalu merobohkan tenda dan menghancurkan WC umum yang kami buat,” ungkap Koordinator aksi Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu (FKTMB), Aris Suyono.

Aris menuturkan, anggota Satpol PP dan kepolisian juga sangat beringas merusak dapur umum warga dan merampas sejumlah perlengkapan warga.

Aksi pembongkaran tenda dan WC umum ini juga diwarnai kericuhan. Sejumlah aktivis dan warga Tanah Merah ditarik oleh petugas. Bahkan, menurut penuturan Aris, sejumlah warga diseret dan diinjak-injak oleh Satpol PP.

Sebelumnya, warga Tanah Merah membangun WC di depan kantor Mendagri. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas sikap Mendagri yang mengabaikan tuntutan warga Tanah Merah.

Padahal, warga Tanah Merah sudah 20-an hari bertahan di depan kantor Mendagri. Mereka menuntut Mendagri untuk segera menerbitkan KTP bagi puluhan ribu warga Tanah Merah, Plumpang, Jakarta Utara.

Pembubaran aksi pendudukan Warga Tanah Merah ini merupakan kali kedua. Sebelumnya, pada 18 Januari 2012, Satpol PP juga merobohkan tenda aksi pendudukan warga Tanah Merah.

Warga Tanah Merah sudah bermukim di Tanah Merah, Plumpang, Jakarta Utara, sejak tahun 1980-an. Ironisnya, meski sudah 30-an tahun mendiami wilayah tersebut, warga Tanah Merah belum punya KTP resmi.

Sementara Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Walikota Jakarta Utara  Bambang Sugiono menolak untuk menerbitkan KTP bagi warga Tanah Merah. Alasannya, warga Tanah Merah menempati tanah illegal.

Pertanyaannya: adakah tanah yang illegal apabila itu menyangkut kepentingan rakyat sendiri?

ULFA ILYAS

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Zen

    saatnya membangun perlawanan terhadap rezim penindas…..