“Tantangan Pancasila ada di Praktek”

Wakil Ketua Umum Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP-PRD) Alif Kamal mengatakan, tantangan Pancasila hari ini adalah bagaimana menghadirkannya dalam praktek bernegara dan berbangsa.

“Masih banyak kebijakan penyelenggara Negara yang kami nilai tidak mengikuti nilai-nilai Pancasil, seperti kebijakan impor beras di saat petani sedang panen raya,” katanya dalam diskusi bertajuk 2019: Ganti Haluan Ekonomi di cafe Dawiels Bandar Lampung, Selasa (5/6/2018).

Menurut dia, banyak kenyataan di lapangan ekonomi, seperti kemiskinan dan ketimpangan ekonomi, sangat menciderai nilai-nilai Pancasila, terutama kemanusiaan dan keadilan sosial.

“Kemiskinan dan ketimpangan itu terkait dengan sistim ekonomi sekarang ini yang liberal ugal-ugalan, yang hanya menguntungkan segelintir orang,” tegasnya.

Untuk itu, dia menegaskan, persoalan paling mendesak kedepan, termasuk di pemilu 2019, adalah memastikan terjadi perubahan haluan ekonomi, dari haluan ekonomi liberal menjadi ekonomi konstitusi atau pasal 33 UUD 1945.

“Jangan terjebak pada persaingan antar figur, tetapi haluan ekonomi kita kembali ke pasal 33 UUD 1945,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Muzamil, tokoh pergerakan di Lampung, menyoroti persoalan implementasi Pancasila yang terganggu oleh masuknya ideologi-ideologi dari luar.

Acara diskusi dan buka puasa ini digelar oleh Posko Menangkan Pancasila provinsi Lampung untuk memperingati Hari Lahirnya Pancasila.

SUKIR ANGGRAENI

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut