Taktik Konvensi Ala Demokrat Terbukti Tidak Efektif

Capres Demokrat

Upaya Partai Demokrat menggunakan konvensi sebagai jalan untuk menaikkan popularitasnya terbukti tidak efektif. Dalam pemilu legislatif lalu, Demokrat terdepak ke urutan keempat.

“Dengan hanya memperoleh prosentase 10,19% Partai Demokrat hanya bisa finish diposisi keempat, jauh dibawah PDIP yang meraih posisi pertama dengan memperoleh 18,95%,” kata Staff Deputi Politik Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP-PRD), Alif Kamal, di Jakarta, Minggu (18/5/2014).

Menurut Alif, dengan perolehan suara tersebut, partai Demokrat tidak mungkin bisa mengusung capres sendiri. Sebab, poros penentu koalisi dipegang oleh tiga partai peraih suara terbanyak di Pileg, yakni PDIP, Gerindra, dan Golkar.

Dengan demikian, Alif menilai, konvensi Capres yang digelar oleh Demokrat sejak September 2013 terbukti gagal melahirkan Capres berkualitas dan bisa menaikkkan perolehan suara Demokrat.

“Capres yang menjadi pemenang Konvensi, yakni Dahlan Iskan, bahkan tidak mendapat ucapan selamat dari SBY selaku orang nomor satu di Demokrat,” terang Alif.

Alif menyimpulkan, taktik konvensi yang digunakan oleh Demokrat untuk melahirkan figur Capres yang bisa didukung luas oleh masyarakat terbukti gagal. “Saya kira, taktik demokrat ini terbukti kalah sebelum bertanding,” tandasnya.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut