Sumsel Siapkan Payung Hukum Untuk “Kuliah Gratis”

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sedang menggodok naskah akademik yang nantinya menjadi payung hukum bagi pelaksanaan program kuliah gratis di Sumatera Selatan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, Widodo, dalam diskusi bertajuk “Kuliah Gratis, Mungkihkah?” di Perkampungan Terusan Seberang Ulu, Palembang, Rabu (31/7/2013). Acara ini diselenggarakan oleh Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) kota Palembang.

Menurut Widodo, bila naskah akademiknya sudah rampung, maka hasilkan akan didiskusikan dengan akademisi, mahasiswa, aktivis peduli pendidikan, dan masyarakat Sumatera Selatan.

“Nanti kita bisa bersama-sama mengoreksi naskah akademik itu sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) oleh DPRD Sumsel,” ujarnya.

Soal pembiayaan, ujar Widodo, semuanya berasal dari APBD, yang notabene uang rakyat Sumsel. “Rakyat Sumsel membayar pajak. Lalu uangnya itu kami pakai untuk program kuliah gratis. Dengan demikian, uang dari rakyat, oleh rakyat, dan kembali ke rakyat,” katanya.

Sementara itu, pengamat pendidikan di Sumatera Selatan, Alfitri, menegaskan bahwa program kuliah gratis tergantung pada komitmen politik dari para pemimpin. Karena itu, ia berharap agar politisi yang menjanjikan program kuliah gratis saat kampanye ini bisa merealisasikan janji politiknya.

“Di negara-negara maju, baru ada dua negara yang melaksanakan program kuliah gratis, yakni Perancis dan Jerman,” katanya.

Di tempat yang sama, aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Fuad Kurniawan, memuji langkah Pemprov Sumsel yang ingin melaksanakan program kuliah gratis. Menurutnya, program tersebut sesuai dengan amanat pembukaan UUD 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

Namun, Fuad mengingatkan, selain menjamin akses seluruh warga negara terhadap pendidikan, hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah dukungan fasilitas dan proses pendidikan yang demokratis.

“Harus dipastikan bahwa setiap warga negara mendapatkan pendidikan dengan kualitas yang sama. Selain itu, penyelenggarakan pendidikan harus demokratis agar peserta didik bisa menjadi manusia berkualitas,” tegasnya.

Acara diskusi kampung ini kemudian diakhiri dengan buka puasa bersama dengan warga kampung.

Untuk diketahui, Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin dalam kampanye politiknya saat Pilkada menjanjikan pendidikan gratis, termasuk Perguruan Tinggi, bagi masyarakat Sumatera Selatan.

Untuk tahap awal, program kuliah gratis ini akan dilaksanakan di Universitas Sriwijaya dan UIN Raden Fatah Palembang.

Fuad Kurniawan

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut