“Sudah Saatnya Buruh Bicara Industri Nasional”

Kondisi industri nasional yang memprihatinkan, yang ditandai dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang merajalela, sudah seharusnya menjadi perhatian gerakan buruh.

“Kebutuhan penting bagi bangsa Indonesia dewasa ini ialah mengembalikan fungsi industri nasional sebagai kekuatan utama perekonomian nasional,” kata Ketua Umum Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), Lukman Hakim, melalui siaran pers, Sabtu (30/4/2016).

Menurut Lukman, jika industri nasional bisa diperkuat, maka kemandirian nasional juga menguat, disamping pemenuhan kebutuhan kesejahteraan rakyat.

“Bagi buruh, industri nasional merupakan kunci menuju kesejahteraan, karena tidak akan pernah ada upah layak tanpa industrialisasi nasional,” tegasnya.

Lebih jauh, Lukman mengeritik kebijakan ekonomi pemerintahan Jokowi-JK yang kurang memihak penguatan industri nasional. Sebaliknya, pemerintahan ini justru semakin membuka kran bagi investasi asing.

Dia juga mengeritik pemberlakuan Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan UU Nomor 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Menurutnya, kedua UU tersebut telah mengubah hak sosial rakyat menjadi komoditas bisnis. Malahan, lanjut dia, kedua UU itu cenderung mengeksploitasi rakyat untuk keuntungan pengelola asuransi.

“Ini merupakan bukti nyata dari pengaruh neoliberalisme yang memang sekarang sedang merajarela di Indonesia,” tegasnya.

Dalam peringatan Hari Buruh Sedunia tahun 2016 ini, FNPBI mengusung tuntutan pokok, yaitu industrialisasi nasional sebagai jalan mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Selain itu, FNPBI juga menolak liberalisasi jaminan kesehatan melalui sistim BPJS/Tapera.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut