Sudah Empat Hari Buruh PT. AKAS Mogok Kerja

Sejak Senin, 19 November lalu, buruh PT.Anugerah Karya Agra Sentosa (PT.AKAS) menggelar aksi mogok kerja. Mereka menuntut kejelasan mengenai status sebagai pekerja dan pemenuhan hak-hak normative.

Amirin, salah seorang pekerja di PT. AKAS, mengungkapkan, perusahaan sampai sejauh ini masih memberlakukan sistem buruh lepas kepada setiap karyawan. Akibatnya, pola gaji yang diberikan adalah pola harian. “Kami diupah Rp 30 ribu per sekali angkut material ke lokasi proyek,” katanya.

Sudah begitu, kata Amirin, perusahaan tidak bertanggung jawab atas kecelakaan atau apapun yang terjadi terhadap sopir. Dalam banyak kasus, sopir sendiri yang harus menanggung segala kerugian.

Gaji pokok rata-rata buruh PT. AKAS hanya Rp 500.000,-. Padahal, Upah Minimum Provinsi (UMP) NTB Rp 1 juta. Sedangkan Sumbawa Barat, daerah lokasi PT. AKAS, belum punya Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Siang (22/11) tadi, para buruh PT. AKAS melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan. Pertemuan ini dimediasi oleh pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumbawa Barat. Pertemuan itu menghasilkan dua kesepakatan, yakni, pertama, pengusaha berjanji akan memperlakukan buruh sesuai ketentuan Undang-Undang.

Kedua, para buruh juga diminta untuk menyiapkan kontrak kerja sebagai landasan pihak perusahaan akan bekerjasama dengan pihak buruh.

Rencananya, draft perjanjian itu akan didiskusikan di kantor Disnaker, Senin (26/11), dengan menghadirkan kaum buruh dan pengusaha. “Jika pertemuan nanti tidak membawa hasil, kami tidak akan menghentikan aksi mogok,” ungkap Sajiwa Abud, aktivis Serikat Tani Nasional (STN) yang mendampingi para buruh.

Untuk diketahui, PT. AKAS adalah perusahaan kontraktor jalanan/bangunan. Perusahaan ini mendapat kewenangan penambangan galian di wilayah Hulu Bendungan Kali Mantong I, Sumbawa Barat. Dalam perkembangannya, aktivitas tambang PT. AKAS mendapat perlawanan dari rakyat di sekitar lokasi tambang.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut