Sudah 3500-an Mahasiswa Chili Ditangkap Polisi..

Sebuah gerakan perlawanan mahasiswa sudah terjadi dalam empat bulan terakhir di Chile. Melihat kekuatan mobilisasi dan daya tahan perlawanan, gerakan mahasiswa Chile pantas dinobatkan sebagai “gerakan mahasiswa terbesar dalam dekade melawan neoliberal”.

Tetapi perlawanan itu harus dibayar mahal. Dari sembilan kali protes nasional sejak 1 Juni hingga 25 Agustus lalu, sedikitnya 3500 mahasiswa sudah ditangkap oleh polisi.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Chile, dari total mahasiswa yang ditangkap itu, 949 diantaranya masih berumur di bawah 18 tahun. Sedangkan 1654 ditangkap selama kerusuhan selama protes di Santiago, Ibukota Chile.

Gerakan mahasiswa sudah bergerak sejak bulan Mei lalu. Mereka menolak keras usaha pemerintahan sayap kanan, Sebastian Pinera, untuk meliberalkan sektor pendidikan. Mereka menuntut agar pendidikan bisa diakses seluruh rakyat.

Tetapi pihak pemerintah, dengan mengacu kepada pemuda bersweater hitam dan memakai tutup muka, menuding gerakan mahasiswa telah disusupi “perusuh”. Kelompok pemuda berkerudung hitam inilah yang ditonjolkan oleh media kanan Chile untuk mendiskreditkan gerakan perlawanan.

Presiden Federasi Mahasiswa Universitas Chile, Camila Vallejo, membantah tudingan itu. Katanya, pemuda berkerudung hitam itu adalah penyusup yang sengaja dipasang oleh Polisi untuk memancing konfrontasi.

Camila mencontohkan, pada aksi 9 Agustus lalu, seorang “encapuchados” (pemuda berkerudung) yang ditangkap mahasiswa adalah seorang perwira polisi. Polisi itu menyamar menjadi demonstran dan memulai melemparkan melon ke arah petugas keamanan.

Gerakan mahasiswa sendiri punya cara kreatif untuk membangun gerakan. Selain menggelar pawai-pawai dengan jumlah massa besar, mereka terkadang membuat aksi-aksi yang menarik. Salah satunya adalah aksi dengan ribuan orang berpakaian ala manusia Zombie.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut