STN Kabupaten Sigi Gelar Workshop Pengolahan Tomat

Serikat Tani Nasional (STN) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menggelar Workshop dan Pelatihan Pengolahan Tomat untuk Kelompok Tani di desa Pombewe, Kecamatan, Sigi Biromoru, Kabupaten Sigi. Kegiatan itu berlangsung dari tanggal 5-7 Juli 2013.

Pengurus Serikat Tani Nasional (STN) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menggelar workshop dan pelatihan kewirausahaan pengolahat tomat bagi petani di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupatan Sigi. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yakni 5 hingga 7 Juli 2013.

Kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 50-an orang yang mewakili 18 Kelompok Tani dari dua desa di Kecamatan Sigi Biromaru, yakni Desa Pombewe dan Desa Loru. Sebagian besar peserta adalah ibu-ibu rumah tangga anggota kelompok tani. Kegiatan ini sendiri berlangsung di Balai Desa Pombewe.

Ketua STN Kabupaten Sigi, Faisal, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan usaha kreatif petani, khususnya di basis-basis dampingan STN. “Di sini para petani banyak yang menjadi penghasil tomat,” kata Faisal.

Selama ini, kata Faisal, para petani tomat di Sigi hanya menjual tomatnya di pasaran. Namun, seringkali faktor penurunan harga memukul para petani. “Biasanya alasan kelimpahan produksi tomat petani dijadikan alasan oleh para tengkulak untuk menjatuhkan harga tomat,” kata Faisal.

Masalahnya, ujar Faisal, para petani tidak bisa berkutik ketika harga tomat itu jatuh. Daya simpan buat tomat tidak lama, yakni maksimal 3 hari. Sudah begitu, kalau buahnya sudah tidak segar dan mulai rusak, maka harganya pun langsung merosot.

“Petani sering mengalami kerugian di sini. Terkadang biaya produksi lebih tinggi ketimbang harga jual. Bahkan, seringkali tomat hanya tinggal membusuk karena soal pasar,” kata Faisal.

Karena itu, menurut Faisal, melalui pelatihan kewirausahaan dan pengolahan buah tomat, STN berusaha mengajak petani bisa mengolah buah tomatnya agar tidak bergantung pada penjualan tomat mentah.

“Petani bisa mendapatkan penghasilan dari pengolahan buah tomat. Dengan begitu, petani juga tidak gampang dimainkan oleh pasar dan tengkulak,” ungkap Faisal.

Salah satu teknik pengolahan buah tomat yang diperkenalkan STN adalah pembuatan Tomat Rasa Kurma atau biasa dikenal dengan nama Torakor. Pengananan ini bisa dijual dengan harga lebih menguntungkan dan banyak konsumennya. Terutama ketika datangnya bulan Ramadhan.

Sulawesi Tengah sendiri dikenal sebagai salah satu provinsi penghasil buah tomat. Namun, para petani sering merugi karena persoalan akses pasar dan tiada jaminan harga yang menguntungkan.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh STN sendiri dibagian menjadi tiga sub-kegiatan, yakni pengenalan STN dan perjuangan petani, pelatihan kewirausahaan petani, dan pelatihan teknik pengolahan buah tomat.

Syamsul Bahri

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut