STN Desak Kementerian Pertanian Tetapkan HPP Bawang Merah

Ketua Umum Serikat Tani Nasional (STN) Ahmad Rifai mendesak Kementerian Pertanian segera menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk bawang merah.

Desakan tersebut disampaikan Ahmad di sela-sela acara Panen Raya bawang merah di desa Rato, kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Kamis (5/10/2017).

Ahmad mengungkapkan, harga bawang merah di Kabupaten Bima saat ini rata-rata hanya berkisar Rp 6000 per kilogram. Harga tersebut tidak sebanding dengan biaya produksi yang sudah dikeluarkan oleh petani.

“Biaya produksi per satu hektar ladang bawang merah itu berkisar Rp 105 juta hingga Rp 108 juta. Dengan produksi 10-12 ton per hektar, dan dengan harga Rp 6000 per kilogram, petani rugi sampai jutaan,” paparnya.

Karena itu, ungkap Ahmad, petani selalu terjebak pada tengkulak di setiap musim tanam. Sebab, produksi yang merugi itu memaksa petani untuk mencari pinjaman.

Disamping itu, lanjut Ahmad, petani juga mengeluhkan tingginya harga pupuk dan pestisida. Seharusnya, kata dia, pemerintah turun tangan untuk menekan harga pupuk dan pestisida sehingga bisa dijangkau oleh petani.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB Husnul Fauzi menyampaikan, pihak Gubernur NTB sudah melayangkan surat kepada Kementan RI perihal HPP sejumlah komoditas, seperti bawang putih, bawang merah, cabai rawit, dan cabai keriting.

“Untuk bawang merah, HPP yang diusulkan pak Gubernur sebesar Rp 22.500 per kilogram,” jelasnya.

Acara Panen Raya bawang merah ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Tani Nasional (HTN) tahun 2017. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus pusat STN, perwakilan Dirjen Holtikultura Kementan RI, Bupati Bima, Dinas Pertanian NTB, dan tokoh masyarakat.

Willy Soeharli

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut