Stiglitz: Dibutuhkan lebih banyak kalangan bisnis yang tahu persoalan nyata

NEW YORK: Bahkan jika ekonomi AS berhasil tumbuh, ini akan terlalu lambat untuk menyediakan lapangan kerja yang cukup dan tingkat pengangguran tinggi akan menjadi “new normal” bagi Amerika, kata pemenang Nobel Joseph Stiglitz, Rabu.

Berbicara di “7th World Business Forum”, sebuah symposium tahunan yang dianggap paling berpengaruh di dunia, di New York, Stiglitz memperingatkan bahwa ekonomi AS belumlah keluar dari “hutan” dan bahkan beresiko tergelincir dalam krisis malaise -gaya Jepang.

Ditanyakan bagaimana ia melihat satu tahun ini dari sekarang, dia mengatakan bahwa ekonomi tidak mungkin menjadi “bencana”, dan disini mungkin akan terjadi pertumbuhan positif. Namun, ia melanjutkan, pertumbuhan akan terlalu lambat dibandingkan dengan permintaan pekerjaan, dan tingkat pengangguran mungkin akan tinggal di atas sembilan persen, atau bahkan sepuluh persen.

“Pengangguran jauh lebih tinggi adalah new normal,” katanya.

Meskipun resesi resmi berakhir pada bulan Juni 2009, sebagaimana Biro Nasional Riset Ekonomi Amerika Serikat mengumumkannya bulan lalu, main street tetap tidak bisa pulih kembali seperti wall street, dan tingkat pengangguran akan mencapai level tertinggi.

Para ekonomi memperkirakan pertumbuhan nol dalam penciptaan pekerjaan dan tingkat rata-rata pengangguran beringsut di atas 9,7% dari 9,6%  yang akan —-dilihat dalam laporan pengangguran September, akan dijadwalkan dirilis jumat mendatang.

Tidak seperti kebanyakan ekonom yang mengkritik langkah stimulus pemerintahan Obama, Stiglitz menyatakan bahwa paket stimulus yang pertama telah bekerja membantu mengurangi tingkat pengangguran yang melonjak 13%. “tapi sayangnya ini terlalu kecil dan tidak dirancang dengan baik,” katanya.

Ekonom mencatat, yang telah meningkatkan keraguan tentang tindakan Federal Reserve dalam menghidupkan kembali perekonomian, mengulang pernyataannya pada hari rabu bahwa Bank Sentral Amerika adalah “pencipta kekacauan” dengan kebijakan suku bunganya.

Dia mengatakan bank sentral telah membanjiri pasar dengan likuiditas, tapi uang tidak mengalir ke investasi domestik di Amerika Serikat. Bank menggunakan uang itu untuk memperbaiki kerusakan neraca atau menyalurkan dalam bentuk tunai ke tempat lain di dunia ini untuk mencari hasil dari investasi yang lebih baik, katanya.

Stiglitz mengesampingkan kemungkinan bahwa ia akan mengambil alih peran dari ‘Lawrence Summers sebagai kepala Dewan Ekonomi Nasional. Dia setuju bahwa Gedung Putih, yang telah dikritik karena mempekerjakan terlalu banyak akademisi, membutuhkan lebih banyak masyarakat bisnis.

“Anda membutuhkan keduanya,” katanya. “Akademisi punya waktu lebih banyak untuk berfikir tentang masalah besar yang dihadapi dalam perekonomian, tetapi bisnismen lebih mengetahui problem nyata yang dihadapi negara sekarang ini.”

“menunjuk seseorang dari komunitas bisnis sebagai pejabat penasihat ekonomi Presiden barack Obama adalah permulaan yang baik,” kata Stiglitz

Tujuan dari pekerjaan itu adalah bertindak seperti penjaga pintu untuk Presiden, menampung ide berbeda dari banyak instansi, dan berkemampuan untuk mengambil masukan dari kalangan bisnis dan akademisi adalah sangat penting, katanya. (Yang Lei)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut