SRMI Tuntut Pendidikan Gratis

Sedikitnya 600-an anggota Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) menggelar aksi massa di kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Kamis (22/3/2012). Mereka menuntut penerapan pendidikan gratis di semua jenjang pendidikan.

Massa memulai aksinya dari depan balai Kartini di Jalan Gatot Subroto. Setelah itu, massa berjalan kaki menuju kantor Diknas DKI Jakarta. Di sepanjang jalan, massa yang sebagian besar ibu-ibu ini tidak henti-hentinya meneriakkan yel-yel “Pendidikan Gratis Sekarang Juga”.

“Kita datang ke sini untuk menggugat kondisi pendidikan di DKI Jakarta. Sampai sekarang ini, layanan pendidikan di DKI masih terbilang tertinggal dengan beberapa daerah lain di Indonesia,” kata Ketua DPW SRMI DKI Jakarta, Setio Ajiono, sesaat setelah massa aksi tiba di halaman Diknas DKI Jakarta.

Di DKI Jakarta, anggaran pendidikan bisa mencapai 29% dari APBD. Tetapi, pada kenyataannya, orang tua murid masih sering mengeluhkan anaknya dipulangkan dari sekolah karena persoalan biaya. Ada anak yang ijazahnya ditahan karena belum melunasi SPP. Belum lagi, anak-anak masih sering berhadapan dengan pungutan tidak jelas.

Ketua Umum SRMI, Wahida Baharuddin Upa, menyampaikan bahwa pihaknya sudah menerima laporan rakyat miskin di Jakarta perihal persoalan pendidikan. “Kami sudah mengumpulkan pengaduan rakyat. Di sana-sini rakyat masih saja dipersulit untuk mengakses pendidikan,” katanya.

Setelah menggelar orasi beberapa jam, 10 orang perwakilan SRMI diterima berdialog dengan pihak Diknas DKI Jakarta. Dalam pertemuan itu, Diknas siap menerima pengaduan tentang masalah-masalah pendidikan yang dihadapi rakyat miskin.

Selain itu, Diknas DKI Jakarta juga meminta SRMI segera memasukkan data-data mengenai rakyat miskin yang kesulitan mengakses pendidikan. Diknas DKI siap menangani setiap laporan-laporan rakyat miskin perihal penyelewengan di sekolah-sekolah di DKI Jakarta.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut