SRMI Tuban Kecam Penggusuran Warga Srikandi

Hujan lebat yang mengguyur kota Tuban dan sekitarnya tak menyurutkan semangat puluhan aktivis Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) untuk menggelar aksi massa di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Tuban, Kamis (23/5/2013).

Dalam aksinya, SRMI Tuban mengecam keras penggusuran di kampung Srikandi di Jakarta. Menurut mereka, penggusuran warga Srikandi tersebut, yang diwarnai dengan aksi kekerasan oleh aparat Kepolisian dan Satpol PP, bertolak belakang dengan dengan amanat pasal 33 UUD 1945.

Aksi massa SRMI Tuban ini digelar tepat di depan pintu masuk Mapolres Tuban. Massa aksi memilih duduk sembari menyuarakan protes-protes mereka ke pihak kepolisian.

“Kepolisan yang notabene digaji oleh uang rakyat, bukannya menjadi garda depan pembela kepentigan rakyat, malahan menjadi kaki tangan pengusaha untuk menindas rakyat,” kata Irwandi, salah seorang aktivis SRMI Tuban.

Menurut Irwandi, setiap warga negara punya hak atas tanah dan tempat tinggal yang layak. Karena itu, menurut dia, tidak seharusnya negara, termasuk pengadilan dan kepolisian, menggusur paksa rakyat dari lahan dan tempat tinggalnya.

“Ini pelanggaran terhadap Konstitusi. Seharusnya negara memberikan rakyat akses terhadap tanah dan tempat tinggal, bukan menggusurnya,” tegas Irwandi.

Dalam aksi tersebut, sejumlah aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) juga menyatakan solidaritas terhadap perjuangan warga Srikandi di Jakarta.

Sebelum menutup aksinya, massa SRMI ini melemparkan telur busuk ke Mapolres Tuban.

Untuk diketahui, Rabu (22/5/2013), 3000-an aparat gabungan Polri, TNI, dan Satpol PP menggusur warga Srikandi, Jatinegara Kaum, Jakarta Timur. Penggusuran tersebut merupakan perintah Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang memenangkan PT. Buana Estate milik Probosutedjo.

Penggusuran tersebut disertai dengan aksi kekerasan dan represi. Polisi tidak hanya menembaki warga dengan gas air mata, tetapi juga menangkap 11 orang. Dua diantaranya adalah aktivis SRMI, yakni Wahida Baharuddin Upa (Ketua Umum SRMI) dan Nuradim/Aris Clowor (Sekretaris SRMI Jakarta Barat).

Alfian Rozaktana

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut