SRMI Surabaya Bersolidaritas Untuk Warga Srikandi

Aksi massa seratusan anggota Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) kota Surabaya mengecam penggusuran warga Srikandi di Jakarta, Jumat (24/5/2013)

Seratusan massa yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) kota Surabaya menggelar aksi di Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya, Jumat (24/5/2013).

Aksi yang dimulai dari kawasan Jembatan Merah Plaza ini merupakan bentuk solidaritas atas perjuangan warga Srikandi di Jakarta. Dalam aksinya, SRMI kota Surabaya memprotes keraas penggusuran terhadap rakyat miskin di Srikandi.

“Negara seharusnya tidak mentolerir penggusuran. Apalagi, negara gagal menyediakan perumahan dan pekerjaan bagi rakyat. Kalau digusur, ya, rakyat akan jadi gelandangan,” kata Koordinator aksi, Sangkit Widodo, saat menyampaikan orasinya.

Menurut Sangkit, jika mengacu pada amanat konstitusi, setiap warga negara berhak atas tempat tinggal dan pekerjaan yang layak untuk memajukan kemanusiaan mereka.

Dalam orasinya, Sangkit juga mengecam berbagai pernyataan pemerintah yang menuding rakyat sebagai “penghuni liar”.  “Seharusnya, jika mengacu ke pasal 33 UUD 1945, setiap warga negara berhak atas tanah dan tugas negara untuk memenuhinya,” kata dia.

Aksi SRMI Surabaya ini berlangsung tegang. Ketika Humas aksi, Kamaruddin Koto, menyerukan massa untuk melangkah maju, pihak kepolisian langsung memasang barikade. Tak hanya itu, Kamaruddin mengaku berulang-kali mendapat intimidasi saat menyampaikan orasinya.

“Masak saya diancam mau ditangkap. Ini kan hak setiap orang menggelar aksi protes. Kalau alasan sasaranya di Mapolres, karena memang yang kami mau protes adalah tindakan represif polisi saat melakukan penggusuran. Termasuk di Jakarta,” kata Kamaruddin.

Kamal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut