SRMI Surabaya Advokasi Gelandangan Dan Pengamen

Aktivis Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) melakukan advokasi terhadap dua orang pengamen, Oky Dwi Kurniawan dan Muh Syaiful, yang tertangkap saat razia oleh Satpol PP dan Linmas Pemkot Surabaya.

Keduanya ditangkap saat sedang mengamen di perempatan terminal Bratang kota Surabaya. Pihak SRMI menganggap razia itu tidak dapat dibenarkan, sebab gelandangan dan pengamen dilahirkan oleh kegagalan pemerintah menciptakan lapangan kerja.

SRMI menganggap kegiatan mengamen merupakan pilihan terakhir bagi orang miskin untuk mempertahankan hidup di tengah himpitan ekonomi.

Seharusnya, dalam pandangan SRMI, pemerintah fokus untuk menciptakan lapangan pekerjaan kepada rakyatnya, bukan sekedar pintar untuk menangkapi.

Alhasil, setelah berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya dan Dinas Sosial, aktivis SRMI berhasil mengeluarkan para pengamen dari Linkungan Pondok Sosial (Liponsos).

SRMI berharap agar kedepannya Pemkot tidak menggunakan cara-cara represif terhadap orang miskin. Tetapi, sebaliknya, Pemkot harus mengurai kembali persoalan kemiskinan dan mencari solusi yang tepat.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut