SRMI Sulsel Tolak Pembongkaran Kios PKL

Aksi massa Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Makassar menolak penggusuran.

Seratusan massa aksi yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) menggelar aksi massa menolak pembongkaran kios pedagang kaki lima (PKL) di depan pasar niaga Daya, Makassar, Rabu (26/6/2013).

Aksi massa itu digelar menjelang Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Pemkot Makassar, PD Pasar Makassar, Kepala Pasar Niaga Daya, DPRD Kota Makassar, PKL, dan SRMI.

Menurut Firdaus, ketua SRMI Sulsel, rencana pembongkaran sejumlah kios PKL di depan pasar niaga daya tersebut sangat janggal. “Di sana ada sekitar 10-an kios, tapi yang mau dibongkar hanya empat kios,” kata Firdaus.

Selain itu, ungkap Firdaus, para PKL sudah berjualan di tempat itu sekitar 10 tahunan. Selama itu, katanya, PKL membayar sewa tempat sebesar Rp 4 jura kepada oknum tertentu. Tak hanya itu, PKL juga membayar retribusi Rp 3000 per hari.

Menurut Hawaria, salah seorang PKL depan pasar niaga daya, ia hanya berjualan di atas saluran air di jalan Kapasa Raya. “Itu pun kami dipaksa membayar sewa ke oknum pasar,” kata dia.

Hawaria mengungkapkan, PKL menolak relokasi karena takut tidak memiliki pembeli di tempat yang baru. Ia sendiri menuntut agar ada peninjauan ke lokasi sebelum keputusan pembongkaran.

Dalam RDP yang digelar di Ruang Aspirasi Komisi B DPRD Makasar diputuskan untuk melakukan peninjauan lokasi sebelum ada keputusan pembongkaran. Selain itu, RDP juga menuntut pengusutan terhadap oknum pasar yang telah melakukan pungutan ke PKL.

Al Manaf

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut