SRMI Sulsel Desak Polisi Usut Pelaku Penyebar SMS Berbau SARA

MAKASSAR (BO)– Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Serikat Rakyat Miskin Indonesia (DPW-SRMI) Sulsel Wahida Baharuddin Upa mendesak pihak kepolisian mengusut pelaku penyebaran short message service (SMS) yang berbau SARA terkait kejadian penikaman di depan Makassar Town Square, kemarin (14/9).

Menurut aktivis yang kerap mendampingi rakyat miskin ini, dengan berusaha mengaitkan kejadian itu dengan persoalan kesukuan, para pelaku pengirim SMS punya keinginan memanfaatkan kejadian itu sebagai pemicu terjadinya konflik horizontal berbau SARA.

“SMS itu sangat tidak bertanggung jawab. Semua yang disebarkan via SMS itu hanya provokasi semata,” katanya.

Akibat dari SMS itu, kata Wahida, sekelompok warga pendatang di Makassar mengalami kepanikan luar biasa dan berusaha menyelematkan diri. Sebagian lagi berusaha meminta perlindungan dari pihak keamanan.

Untuk diketahui, pada Rabu (14/9) kemarin terjadi penikaman yang berbuntut tiga orang tewas dan tiga orang terluka. Polisi sendiri belum berani menyimpulkan motif di balik penikaman ini.

Tetapi, berdasarkan kesaksian sejumlah warga, pelaku diduga sedang dalam keadaan mabuk berat. Pelaku sendiri belum bisa dimintai keterangan oleh pihak kepolisian karena masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Makassar.

Pasca kejadian itu, sejumlah kerabat korban penikaman berusaha melakukan razia terhadap kerabat dan teman-teman pelaku. Tetapi razia sendiri tidak berkembang luas karena kepolisian segera turun ke lapangan dan melakukan antisipasi.

Sementara itu, akibat adanya isu serangan balasan terhadap etnis tertentu, ribuan warga asal Flores, NTT, di Sulawesi Selatan di evakuasi ke Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua Makassar.

Wahida sendiri menganggap upaya provokasi SARA yang marak saat ini sebagai upaya pengalihan isu korupsi dan problem imperialisme. “rejim berkuasa akhir-akhir ini semakin terpojok oleh isu korupsi dan penjajahan asing,” katanya.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut