SRMI Pematangsiantar Menolak Kenaikan Harga BBM

PEMATANG-SIANTAR (BO): Seratusan massa aksi dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM di kantor Walikota Pematang Siantar, Senin (19/3/2012). Massa aksi menganggap kenaikan harga BBM akan menambah beban penderitaan rakyat.

“Penderitaan rakyat sudah sampai seleher. Kalau sampai BBM dinaikkan lagi, maka ekonomi rakyat akan terjun bebas ke bawah,” kata Ketua SRMI Kota Pematang Siantar, Fransiskus Silalahi, saat menyampaikan orasinya, Senin (19/3/2012).

Fransiskus menjelaskan, kenaikan harga BBM akan berdampak langsung terhadap kehidupan sosial-ekonomi massa rakyat. Sebelum pengumuman kenaikan harga BBM saja, kata dia, harga sejumlah bahan pokok sudah melonjak naik.

“Harga barang sudah naik di mana-mana. Kalau nanti kenaikan harga BBM diumumkan, maka kenaikan harga terjadi lagi. Jadi, ada berkali-kali kenaikan harga barang yang menyertai kenaikan harga BBM,” ungkapnya.

Selain itu, Fransiskus juga menambahkan, pemberian dana kompensasi BBM kepada rakyat miskin juga bukan solusi. Pasalnya, dampak yang harus ditanggung rakyat akibat kenaikan harga BBM masih lebih besar dibanding dana kompensasi tersebut.

Fransiskus juga menganggap dana kompensasi BBM tidak membuat rakyat menjadi produktif. Lebih jauh lagi, kata Fransiskus, pemberian BLT itu justru memperkuat kultur politik yang berbau “klientalisme”.

Dalam seruan politiknya, SRMI Pematang Siantar menuntut agar pengelolaan energi, termasuk migas, diatur sesuai dengan ketentuan pasal 33 UUD 1945. “Pengelolaan energi, termasuk migas, harus diperuntukkan pada kemakmuran rakyat,” katanya.

Selain menggelar aksi di kantor Walikota, SRMI juga menggelar aksi di kantor DPRD Kota Pematang Siantar. Perwakilan massa aksi diterima berdialog dengan dua anggota DPRD dari fraksi PDI Perjuangan, Rivai Siregar dan Rudel Sipayung.

Kedua anggota DPRD tersebut mengaku tidak setuju dengan rencana kenaikan harga BBM. Keduanya juga mendukung program kesehatan dan pendidikan gratis yang diperjuangkan oleh SRMI.

HENDRA GUNAWAN

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut