SRMI Makassar Tolak Ruislag SD Gaddong

Sedikitnya 50-an aktivis Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) menggelar aksi di kantor DPRD Kota Makassar, Senin (6/2/2012). Mereka menolak pembangunan ruko dan ruislag SD Gaddong Makassar.

“Luas sekolah cuma 35 x 37 meter persegi. Lalu, sekarang mau dibangun ruko sebanyak 15 petak. Tentu saja murid dan kegiatan belajar akan terganggu,” kata Ketua SRMI Makassar, Dg Baji, saat menyampaikan orasinya.

Menurut Dg Baji, pembangunan ruko di dalam lingkungan sekolah dasar itu sangat bertentangan dengan semangat nasional bangsa Indonesia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Mestinya sekolah itu diperluas, lalu ditambahkan fasilitas belajarnya, sehingga murid bisa belajar dengan maksimal. Ini malah mau dibangunkan ruko. Mana tanggung jawab Walikota Makassar terhadap masalah pendidikan,” kata Dg Baji dengan nada keras.

Menurut Dg Baji, pada 6 Oktober 2011 lalu, DPRD Sulsel sudah mengeluarkan rekomendasi perihal penghentian sementara proses ruislag SD Gaddong.

Namun, pada kenyataannya, pihak pengusaha masih terus melanjutkan proses pembangunan ruko di dalam sekolah. “Si William Effendy (nama pengusaha itu) sudah mengabaikan rekomendasi DPRD Sulsel,” kata Dg Baji.

Setelah berorasi selama beberapa jam, perwakilan SRMI dan orang tua murid diterima berdialog oleh Komisi A DPRD Makassar. Ketua Komisi A DPRD Makassar, Nurmiati, SE, menjanjikan akan mengawal terus kasus ini.

Pihak DPRD kota Makassar juga menjanjikan akan menggelar rapat dengar pendapat untuk membahas masalah ini dengan menghadirkan pihak terkait, seperti Dinas Tata Ruang, Dinas Pendidikan, BPN, Kepala Sekolah SD Negeri Gaddong I, dan Kepala Sekolah SD Negeri Gaddong II.

NIZAR MERAH

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut