SRMI DKI Jakarta Gelar Konfertak

Dengan menempati ruangan yang tidak terlalu besar, 50-an pengurus tingkat kecamatan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) tetap bersemangat untuk melaksanakan konferensi strategi-taktik (Konfertak), Senin (20/2/2012).

Ketua SRMI DKI Jakarta Aji Setiono memimpin langsung acara ini. Acara dimulai dengan laporan kondisi organisasi dari masing-masing kota dan kecamatan.

“Konfertak ini merupakan langkah organisasi untuk merumuskan strategi dan taktik pembangunan organisasi di tingkat DKI Jakarta,” kata Aji Setiono.

Selepas itu, pengurus wilayah, kota, dan kecamatan melakukan evaluasi secara bersama-sama mengenai sejumlah hambatan dalam pembangunan organisasi. Selain itu, mereka juga mendiskusikan potensi-potensi perluasan organisasi.

Dalam sesi konfertak ini, SRMI DKI Jakarta juga membahas soal politik anggaran APBD DKI Jakarta. Untuk pembahasan ini, SRMI mengundang khusus seorang anggota DPRD DKI Jakarta, Taufiqurrahman.

Taufik membeberkan struktur anggaran APBD DKI Jakarta tahun 2012. Katanya, meskipun data APBD bersifat publik, tetapi sampai sekarang masih banyak rakyat di DKI Jakarta yang tidak mengaksesnya.

“Mestinya data APBD itu disebar-luaskan kepada rakyat. Akan tetapi, rakyat ternyata sulit untuk mengakses data tersebut,” ungkapnya.

Taufik pun menjelaskan soal dana penguatan kelurahan di DKI Jakarta yang belum tepat sasaran. “Ini sangat rawan korupsi berjamaah. Apalagi, dengan tidak punya data lengkap, rakyat hampir tidak tahu soal dana itu,” tegasnya.

Konfertak SRMI juga membahas banyak persoalan rakyat miskin DKI Jakarta, seperti persoalan kesehatan, pendidikan, layanan publik, pemberdayaan ekonomi rakyat, dan lain-lain.

Selain itu, Konfertak SRMI juga membahas taktik–taktik organisasi, seperti pembangunan unit produksi, demokrasi partisipatoris, pembangunan sekolah-sekolah rakyat, dan lain-lain.

Di tanya soal Pilgub DKI Jakarta tahun 2012, Aji Setiono mengatakan: “SRMI akan konsentrasi pada pembangunan organisasi. Kalau ada gerakan rakyat yang kuat, maka siapapun gubernurnya, maka rakyat punya kekuatan untuk memaksa gubernur terpilih menjalankan agenda rakyat.”

Konfertak SRMI DKI juga memutuskan akan menggelar aksi massa yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan Maret mendatang.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut