SRMI Desak Pengusutan Pemukulan Pedagang Oleh Oknum POM AL

MAKASSAR: Seratusan anggota Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) memprotes kasus pemukulan seorang ibu hamil dan beberapa pedagang lainnya oleh oknum anggota POM TNI AL.

Aksi digelar di kantor DPRD Sulsel, Jumat siang (29/10) untuk mendesak pihak DPRD segera memediasi pertemuan tiga pihak, yaitu pihak pengelola pasar (PT. Anugrah Bahana Citra), pihak POMAL, dan para pedagang (SRMI).

Kasus kekerasan dan pemukulan terhadap pedagang oleh anggota POMAL sudah hampir sebulan, namun belum ada tanggapan dari berbagai pihak untuk menyelesaikan persoalan ini.

Ketua SRMI Sulsel Wahida B Upa mangganggap pihak DPRD sangat lamban mengurusi persoalan ini, sementara kekerasan oleh anggota POMAL masih terus berjalan, seperti intimadasi dan pemukulan.

“DPRD harus segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah,” tuntut Ida saat menyampaikan orasinya.

Selain mengecam aksi pemukulan itu, para pedagang juga menyampaikan penolakan terhadap penggusuran terhadap pedagang asongan.

Kasus Pemukulan

Para pedagang asongan di Makassar mall sudah sering mendapat perlakukan semena-mena dari anggota POMAL.

Sebelum kasus pemukulan terhadap seorang ibu hamil dan suaminya pekan lalu, sebuah laporan menyebutkan bahwa anggota POM AL kerap melakukan pengianiayaan terhadap para pedagang asongan.

Meskipun begitu, belum ada tanda-tanda bahwa para pelaku sudah ditangkap dan mendapatkan sanksi.

Pihak pedagang mempersoalkan keterlibatan anggota POMAL sebagai security pihak pengelola pasar.

Padahal, sesuai ketentuan, tugas anggota POMAL adalah memelihara kedisipilinan dan ketertiban di kalangan TNI Angkata laut.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut