SRMI Banyumas Sesalkan Terganjalnya Raperda Jamkesmas

Tidak disetujuinya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Jamkesmas oleh Pemkab Banyumas, Jawa Tengah, mengundang protes dari berbagai sektor dan organisasi rakyat miskin.

“Penolakan Raperda Jamkesda oleh Eksekutif, yang kemudian disambut oleh keputusan menaikkan tarif biaya pengobatan serta perawatan kelas 3 di RSUD Ajibarang dan RSUD Banyumas sungguh tidak bijak,” kata Ketua Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Banyumas, Fitria Chika Agustina.

Menurut Fitria,  sebetulnya rakyat Banyumas sangat membutuhkan jaminan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah daerah. Dengan UMK Banyumas yang hanya Rp 700 ribu, ditambah lagi biaya kenaikan harga sembako, maka kesehatan gratis merupakan keharusan.

“Jumlah peserta terbanyak Jamkesmas adalah dari kabupaten Banyumas, kemudian jumlah peserta Jamkesda terbanyak adalah dari kabupaten Banyumas, dan jumlah permintaan surat Takluk kepada Kemenkes Jakarta terbanyak dari Jawa Tengah adalah kabupaten Banyumas,” ungkapnya.

Menurut Fitria, Pemkab Banyumas seharusnya melihat persoalan kesehatan, juga pendidikan dan lapangan pekerjaan, sebagai hal prioritas. Sayang, Pemkab justru berkeinginan menjalankan sistem kesehatan ala UU SJSN.

“Nantinya, rakyat akan dibebani keharusan membayar premi. Ini konsep neoliberal. Sudah begitu, tidak semua penyakit bisa discover oleh sistem jaminan sosial ala SJSN tersebut,” tegasnya.

Menurut Fitria, yang seharusnya dilakukan oleh Pemkab Banyumas adalah menambah anggaran dan cakupan Jamkesmas. “Dari pengalaman kami di lapangan, anggaran Jamkesda itu masih sangat kurang. Sudah begitu, masih banyak rakyat miskin yang dipersulit untuk mendapatkan haknya,” ungkapnya.

Fitria berharap, penyusunan Jamkesda yang baru disusun berdasarkan realitas quota yang ada dilapangan, berdasarkan jumlah warga miskin yang ada. Untuk itu, pendataan dan pengawasan harus dilakukan langsung.

Ia juga berharap, pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus benar-benar tepat sasaran, dengan memperhatikan titik prioritas yang menjadi kebutuhan vital rakyat.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut