SRMI Banyumas Launching Kepengurusan Kecamatan

Pengurus Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, melaunching kepengurusan baru di lima kecamatan. Lima kecamatan itu adalah Kebasen, Sokaraja, Purwokerto Selatan, Purwokerto Utara dan Purwokerto Barat.

Launching berbentuk rapat akbar (vergadering) ini diikuti oleh 90-an pengurus dan anggota SRMI dan sejumlah organisasi pergerakan sekawan. Hadir pula pengurus Partai Rakyat Demokratik (PRD), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), dan Front Mahasiswa Nasional (FMN).

Acara rapat akbar dimulai dengan konvoi sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua dari taman kota Purwekerto selatan menuju alun-alun kota Purwekerto. Di situlah acara rapat akbar digelar dengan meriah.

Ketua SRMI Purwokerto, Fitria Agustina, menyoroti kegagalan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat, seperi pekerjaan, pendidikan, kesehatan, dan perumahan yang layak. “Ini adalah penghianatan terhadap pasal 27 UUD 1945,” kata Chieka, sapaan akrab Fitria Agustina saat menyampaikan pidato politik.

Ia menganggap gerakan pasal 33 UUD 1945 sangat relevan untuk menjawab persoalan itu. “Selama sumber daya dan kekayaan alam belum dikuasai oleh rakyat, maka tidak mungkin ada kesejahteraan,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Adi Budiyanto, aktivis dari PRD Banyumas, yang menekankan perlunya menggelorakan gerakan pasal 33 UUD 1945 sebagai senjata untuk mengembalikan kontrol terhadap sumber daya dan kekayaan alam ke tangan rakyat.

Ia menganggap rejim SBY-Budiono telah menghianati Pancasila dan UUD 1945. “Rejim SBY-Budiono malah memilih menjalankan neoliberalisme. Mereka mengabaikan pasal 33 UUD 1945 yang asli,” tegasnya.

Orasi dukungan juga disampaikan oleh aktivis LMND dan FMN. Kedua organisasi mahasiswa ini memberikan dukungan terhadap perjuangan SRMI Banyumas.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut