SRMI Banyumas: Distribusi Kartu Jamkesmas Belum Merata

SRMI-Banyumas

Aktivis Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) kabutan Banyumas, Jawa Tengah, menerima pengaduan dari rakyat miskin terkait proses distribusi kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang belum merata.

“Kami menerima pengaduan sedikitnya 4000 warga yang belum menerima kartus Jamkesmas. Kalau ditelusuri, mungkin jumlahnya bisa bertambah lebih banyak lagi,” kata Ketua SRMI Kabupaten Banyumas, Fitria Chika Agustina, saat memberi penyuluhan kepada kader PKK dan  Posyandu di desa Pilken, Kecamatan Kembaran, Banyumas, Minggu (30/12).

Fitria menjelaskan, anggaran kesehatan sesuai dengan UU nomor 36 tahun 2009 mestinya paling minimal 5% dari APBN. Pada kenyataannya, anggaran Jamkesmas dari APBN hanya berkisar 1%.

Sudah begitu, kata Fitria, kartu Jamkesmas ini hanya akan berlaku hingga 1 tahun kedepan. Sebab, pada tahun 2014, kabupaten Banyumas akan menjalankan SJSN.

Menurut Fitria, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan mendata warga yang belum menerima kartus Jamkesmas ini. “Ini hak rakyat yang paling dasar. Kalau ini saja tidak bisa diakses, ya, bagaimana rakyat bisa menaikkan derajat kesehatannya,” kata Fitria.

Acara sosialisasi dan penyuluhan di depan kader PKK dan Posyandu ini merupakan hasil kerjasama antara SRMI Banyumas dan Toto Dirgantoro Foundation.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • bambang suropat

    Wahai rakyat miskin bersatulah . Tidak usah nuntut raskin atau jamkesmas. Berusaha keraslah agar jadi orang kaya. Setelah itu bantulah sesama biar nggak pada demo lagi.