Sosialis Malaysia: Konflik Perbatasan Akan Dimanfaatkan oleh Partai Berkuasa di Indonesia

Kuala Lumpur: Koordinator Biro Internasional Partai Sosialis Malaysia (PSM), Choo Chon Kai, menjelaskan kepada Berdikari Online, Sabtu (28/7) bahwa persengkataan perbatasan akan dimanfaatkan oleh partai berkuasa di Indonesia untuk mendorong sentimen ultra-nasionalis yang akan mengalihkan perhatian orang dari persoalan sesungguhnya.

Ketika ditanyakan apakah pemerintah Malaysia saat ini berkepentingan untuk memanfaatkan isu pertentangan dengan Indonesia, Choo menjawab bahwa sebaliknya, pemerintah Malaysia berusaha meredam isu itu di negeri mereka.

“Pemerintah Malaysia cukup mengkhawatirkan konfrontasi terbuka dengan pemerintah Indonesia,” katanya.

“Memasuki konflik yang dapat berakibat pertentangan bersenjata akan merintangi investasi dan bisnis. Pemerintah Malaysia tidak akan “sebodoh” itu melakukan hal yang merugikan bisnis, namun ia dari waktu ke waktu akan sedemikian rupa menggunakan ancaman itu untuk ‘menyatukan’ warganya ketika terjadi krisis internal…”

Ia menambahkan bahwa semua pihak harus mengungkap kebohongan dan kemunafikan kelas berkuasa berikut tipuan-tipuannya dalam mengalihkan perhatian rakyat. (Drb)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • dicky

    sepertinya memang konflik pura-pura..

  • kamelia vircani

    yang jelas, Malaysia berpikir 1000 kali kembali untuk membuka ruang perang dengan Indonesia..
    seperti Pidato Bung Karno, “Negara Malaysia, kalau bisa disebut Negara, merupakan Negara tanpa konsepsi dan Ideologi. namun Indonesia, merupakan Negara yang berdiri dengan konsepsi dan Ideologi, yaitu PANCASILA! 🙂

  • MZ Arifin.

    Ada pemerintahan masing2, dialog dulu, ada pelanggaran, diadukan ke PBB.

  • Bambang Budiono

    Sosialis Malaysia ‘mencoba melempar Bola Panas’ untuk mengeruhkan suasana/ mengadu domba Bangsa Indonesia dengan Pemerintah Indonesia… Apa untungnya bagi mereka berkomentar seperti itu tanpa melakukan tindakan nyata, kalau bukan hanya mencoba ‘mengail di air keruh’ atas kondisi di negeri kita saat2 ini?? HATI_HATI KAWAN !!!! Ini adalah Propaganda/ Provokasi mereka untuk menimbulkan konfrontasi/ perang saudara…
    Mana Bukti Nyata jika “mereka” mencoba meredam isu dinegaranya?? Tindakan hukum apa yg telah mereka lakukan terhadap para blogger2 dari negerinya yg telah Menghina & Merendahkan Bangsa Indonesia sebagaimana terdapat dalam link dibawah ini???

    http://ihateindon2.blogspot.com/

    Yang jelas pernyataan Partai Sosialis MalingnyaAsia ini hanya membuktikan:
    1. Jika Mereka hanya akan melempar Bola Panas konflik di perbatasan yg telah mereka buat untuk melakukan “Management Conflict” di dalam Negeri antara rakyat dengan Pemerintah Indonesia…
    2. Mereka adalah ‘Bangsa Kerdil’, yang sebenarnya takut dengan konfrontasi terbuka/ perang tetapi SUKA MENCARI MASALAH, ‘hanya berani berbuat tapi tidak berani bertanggung jawab’ (meminta maaf).
    3.Sesungguhnya mereka merasa ‘iri & sakit hati’ karena akhir2 ini banyak ‘investor2 asing yg keluar/ menarik diri dari negara mereka’ karena besarnya pajak disana dan ‘para investor tersebut mengalihkan usahanya ke Indonesia’.
    Jadi provokasi diperbatasan itu “sengaja mereka lakukan” agar pada step selanjutnya mereka dapat mengalihkan isu tersebut dengan statement2 seperti ini supaya terjadi konflik2 di dalam negeri kita.
    Tujuanya jelas; jika di dalam negeri Indonesia terjadi konflik besar seperti di tahun 1998, maka karena ‘alasan keamanan dan ketenangan usaha’, para investor asing itu akan keluar dari Indonesia dan kembali ke negara mereka. (Meski pajak perusahaan disana tinggi’ tapi situasi keamanan dalam negerinya lebih terjamin baik)…

    Untuk itu, WASPADALAH KAWAN2, JANGAN TERPANCING oleh Provokasi2/ Propaganda2 semacam itu !!! Kita tetap harus memperjuangkan nasib bangsa dan Negara Indonesia untuk menjadi lebih baik, tapi bukan dengan cara2 Anarkhi dan sekedar Emosi…

  • Ini sepertinya isu tentang kedaulatan nasional sedang coba diuji. Berbahaya memang memegang teguh nasionalisme, karena rentan bergeser menuju ke chauvinisme. Cara pandang kita harus bergeser menjadi persoalan demokrasi nasional, tidak lagi terjebak dalam persoalan SARA.

  • rogojiwo

    ini salah satu hal yang aku sesalkan kenapa aku dulu ikut turut mendukung kasus MANOHARA toh sekarang dia juga membela negara jiran memng apa yang ada di depan mata tak seperti bayangan yang ada di belakang kita apakah benar atau salah nya silah kan semua nile sendiri