Sopir Angkot Di Bandar Lampung Mogok

Sejak tanggal 1 Mei 2012 lalu, ratusan sopir angkot di Bandar Lampung menggelar aksi mogok. Mereka menolak kehadiran bus rapid transit yang dikelola oleh konsorsiun PO bus swasta.

Heru, salah seorang sopir, menganggap kehadiran bus rapid transit itu akan menghilangkan pekerjaan ribuan orang. “Harusnya, kalau pemerintah membuat kebijakan, jangan merugikan rakyatnya,” katanya.

Kendati menggandeng pihak swasta dalam proyek ini, kata Heru, tetapi kelihatannya pemkot juga menggelontorkan dana APBD. “Sejak beroperasi awal Januari lalu, PO Bus swasta ini banyak disubsidi pemerintah. Mulai dari dibangunkan halte hingga pembebasan retribusi di terminal,” ungkap Heru.

Sementara itu, Ketua Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Bandar Lampung, Novelia Sanggem, mengatakan, seharusnya Pemkot memikirkan matang-matang program BRT itu sebelum diluncurkan.

“Rakyat memang butuh transportasi massal. Tapi, ada baiknya jangan diserahkan kepada swasta. Sebab, hal itu akan membebani rakyat,” kata Novelia.

Ia juga menuntut pemerintah memikirkan nasib sopir angkot yang tergusur akibat kehadiran BRT ini. “Ya, kan mereka juga punya keluarga. Kalau pekerjaan mereka hilang, bagaimana mereka bisa menghidupi keluarganya,” ungkapnya.

Akibat mogok ini, transportasi di kota Bandar Lampung lumpuh total. Pemkot terpaksa mengerahkan puluhan truk Satpol PP untuk mengangkut penumpang kendaraan umum. Pemogokan ini sendiri direncanakan akan berlangsung selama tiga hari.

SADDAM CAHYO

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut