Solidaritas Untuk Bima, LMND Dan SRMI Datangi Mapolda Jatim

Ratusan mahasiswa dan rakyat miskin Surabaya menggelar aksi solidaritas untuk Bima di depan Mapolda Jawa Timur, siang tadi (26/12). Mereka mengecam tindakan brutal kepolisian saat membubarkan aksi pendudukan rakyat di Pelabuhan Sape, Bima.

Massa tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI). Aksi protes ini dikawal ketat oleh anggota kepolisian dari Polda Jatim.

“Presiden SBY harus bertanggung-jawab atas kejadian di Bima. Hal itu merupakan dampak dari kebijakan agraria yang berbau kolonialistik,” ujar Moelyadi, ketua LMND kota Surabaya saat menyampaikan orasinya.

Ia menganggap berbagai konflik agraria di Indonesia, seperti di Mesuji dan Bima, merupakan buah dari haluan ekonomi-politik pemerintahan SBY-Budiono yang pro-modal. “Ini adalah kegagalan pemerintahan SBY-Budiono. Makanya, SBY-Budiono harus turun dari jabatannya,” tegas Moelyadi.

Dalam aksi itu, LMND dan SRMI juga menyoroti adanya sejumlah perundang-undangan yang membiarkan modal asing menguasai kekayaan alam nasional. Para aktivis mencontohkan  UU No 4 Tahun 2009 tentang Minerba.

“UU itu sangat ramah terhadap pemodal. Perusahaan swasta bisa dengan gampang mendapatkan ijin dengan menyogok Bupati,” ujar Sangkit Widodo, salah seorang aktivis SRMI yang turut menyampaikan orasi.

Aksi solidaritas ini sempat ricuh, tatkala massa berusaha menutut Jalan di depan Jend Ahmad Yani yang berada di depan Mapolda.  Namun, setelah melalui proses negosiasi, pihak kepolisian membolehkan penutupan jalan sesaat itu. Massa pun menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengenang perjuangan korban kekerasan Polisi di Bima.

Selain aksi solidaritas yang digelar oleh LMND dan SRMI, seratusan aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) juga menggelar aksi. Mereka juga mengutuk pendekatan kekerasan polisi saat menangani aksi protes rakyat di Bima.

KAMARUDDIN KOTO

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut