Soal Masa Jabatan Jaksa Agung, Presiden Bisa Dituntut

JAKARTA: Suasana runyam menyusul dikeluarkannya putusan MK (22/09/2010) soal masa jabatan Jaksa Agung Hendarman Supandji telah menuai kontroversi di kalangan politisi dan pengamat politik. Hal itu tertangkap saat dilangsungkannya jumpa pers di Pers Room DPR RI pada Jumat siang ini (24/09/2010).

Hadir dalam konferesi pers tersebut antara lain Bambang Soesatyo dari Partai Golkar, Gayus Lumbuun dari PDI-P, Ruhut Sitompul dari Partai Demokrat, dan John Peris dari DPD.

Politisi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, menyatakan bahwa kekisruhan administrasi ini disebabkan karena para staf Presiden dalam bidang hukum tidak memberi masukan yang benar. Meski tidak menyebut nama, kemungkinan besar yang dimaksud oleh politisi flamboyan ini adalah staf khusus presiden bidang hukum Denny Indrayana.

“Seharusnya istana dapat membuat terobosan-terobosan. Semisal dengan segera mengangkat wakil jaksa agung Darmono untuk segera menggantikan Hendarman yang harus berhenti dari tugasnya. Karena dampaknya akan luas jika Presiden tidak melaksanakan keputusan MK ini.”

Senada dengan Bambang, politisi PDI-P Gayus Lumbuun juga mendesak agar Presiden segera memulihkan keadaan. Gayus memandang bahwa ketulusan Presiden akan hilang jika melakukan tindak perbuatan melawan hukum (PMH)- dengan tidak mematuhi keputusan MK.

“Jika tidak dilaksanakan (putusan MK), Presiden SBY bisa dituntut secara perdata karena menyalahi admnistrasi. Secara tata negara tindakan Presiden dapat dikategorikan fiktif negatif. Namun saya sendiri belum berpikir untuk melakukan tindakan politik semacam impeachment. Paling maksimal interpelasi lah.” Pungkasnya.

Ruhut Sitompul sendiri yang terlihat tidak banyak berkomentar, hanya terlihat mukanya yang memerah dan sesekali senyum yang dipaksakan, menyatakan bahwa biang kerok segala kekisruhan ini adalah Yusril Izma Mahendra.

Senada dengan Ruhut, perwakilan DPD John Peris juga menyesalkan tindakan Yusril yang sampai berdampak pada terbongkarnya ketidak cermatan tata administrasi negara pemerintah SBY.

“Seharusnya dia (Yusril) sudah ditahan sejak dulu.” (PS)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Dedi Hardianto

    Kebohongan sekecil apapun akan terbongkar…sepandai2 tupai melompat pasti akan jatuh juga…..dukung yusril bongkar ketidak becusan yg terjadi di administrasi ditata negara pamerintahan,…….hancurkan kebohongan2,….kebenaran pasti akan datang….!!!!