Soal Ibu yang bawa Jenazah Bayinya Pakai Angkot, KRLUPB: Itu Tragedi Kemanusiaan!

Kisah pilu seorang ibu asal Kotabumi, Lampung Utara, yang menggendong jenazah bayinya di atas angkutan umum karena tidak mendapat layanan ambulans dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Moeloek, mengundang simpati banyak pihak.

Para aktivis dan akademisi yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Lampung untuk Pemilu Bersih (KRLUPB) menganggap kejadian tersebut sebagai “tragedi kemanusiaan”.

“Ini adalah tragedi pelayanan publik untuk kesekian kalinya terjadi di RSUAM. Ini adalah tragedi kemanusiaan, yang menghianati Pancasila dan UUD 1945,” kata Koordinator KRLUPB, Rakhmat Husein, kepada berdikarionline.com, Jumat (22/09/2017).

Husein melanjutkan, tragedi kemanusiaan semacam ini biasanya berakhir hanya pada kecaman publik, atau paling tinggi hanya klarifikasi dari institusi yang bermasalah.

“Tidak pernah ada sanksi tegas, sehingga tidak ada perbaikan kualitas layanan publik,” ujarnya.

Menurut dia, kejadian Ibu menggendong jenazah baginya memakai angkot itu merupakan bukti buruknya manajemen Rumah Sakit dalam mengawasi petugas pelayanannya.

Seharusnya, kata dia, petugas pelayanan mendahulukan pertimbangan kemanusiaan ketimbang tetek-bengek urusan administrasi yang bertele-tele.

“Kalau masih punya malu dan rasa kemanusiaan, Direktur RSUAM harusnya mundur sebagai bentuk pertanggung-jawaban. Bukan klarifikasi ke media,” tegasnya.

Husein mengingatkan, kejadian semacam ini sudah berulangkali terjadi. Tahun 2015, seorang pasien miskin dibawa pulang dengan gerobak pemulung oleh suaminya setelah diusir oleh pihak RSUAM.

Lebih lanjut, Husein juga mempertanyakan tanggung-jawab Gubernur Lampung, Ridho Ficardo, yang dinilai kurang tanggap dalam mengevaluasi dan memperbaiki kualitas layanan publik di Provinsi Lampung, termasuk layanan rumah sakit.

Sebelumnya, pada Rabu (20/9/2017), media sosial dikagetkan dengan foto seorang Ibu menggendong jenazah bayinya di atas angkot sambil menahan isak-tangis.

Foto tersebut viral di media sosial, terutama Instagram, setelah diunggah oleh akun @Seputar_Lampung.

Belakangan ibu tersebut diketahui Delvasari, warga Kotabumi, Lampung Utara. Dia terpaksa menggendong jenazah bayinya ke atas angkot karena tidak mendapat layanan ambulance dari RSUAM.

Menurut pihak keluarga, Delvasari dipersulit dengan urusan administrasi yang berbelit-belit. Bahkan ada oknum petugas yang meminta biaya Rp 2 juta untuk biaya ambulance.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut