Soal Blok Masela: Ribut Di Teknis, Lupa Di Prinsip

Silang pendapat terkait pengelolaan Blok Masela terfokus pada pembangunan kilang pengelolaan gasnya, apakah dibangun di darat (onshore) atau di lepas pantai (offshore).

Silang pendapat tersebut, kata Ketua Bidang Kemaritiman Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP-PRD), Makbul Muhammad, masih terbelenggu pada soal teknis operasional. Padahal, kata dia, ada hal prinsip yang lebih mendesak untuk diperdebatkan, yaitu soal operator Blok Masela.

“Saat ini Blok Masela masih dikuasai oleh Inpex Corporation dari Jepang,” kata Makbul melalui siaran pers, Sabtu (5/3/2016).

Makbul menginginkan, diskusi soal Blok Masela seharusnya dimulai dari bagaimana pemerintah menjadi operator di blok yang kaya dengan gas tersebut. Baru kemudian memperdebatkan teknis operasional onshore atau offshore.

Lebih lanjut, Makbul mendesak pemerintah untuk meninjau kembali proposal perluasan kilang yang diajukan oleh Inpex.

“Dalam hal ini pemerintah mestinya melimpahkan dulu kepada perusahaan minyak nasional (Pertamina) tentang kesiapannya untuk mengelola Blok Masela ini,” paparnya.

Dia mengingatkan, jika konsisten memperjuangkan Trisakti, maka Presiden Joko Widodo harus melihat Blok Masela ini dalam perspektif pembangunan kedaulatan energi yang menempatkan perusahaan negara yang menjadi operator dari sumber daya alam sesuai dengan amanat pasal 33 UUD 1945.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut