Cerita Sukses Sistem Kesehatan Rakyat Di El Salvador

Negara-negara Amerika Latin, termasuk El Salvador, terus-menerus berkemas-kemas menyambut masa depan. Maklum, jalan amerika latin makin terang setelah ditukangi oleh kekuasaan progressif.

Pada tahun 2009, El Salvador mulai diperintah Partai berhaluan kiri, yakni Front Pembebasan Nasional Farabundo Marti (FMLN). Mauricio Funes, bekas jurnalis yang menjadi kader FMLN, segera ditunjuk sebagai Presiden. Ia pun segera memulai berbagai gebrakan penting.

Salah satunya adalah mengubah sistem kesehatan El Salvador agar lebih melayani rakyat. Begitu dilantik sebagai Presiden, Mauricio Funes langsung menghapus “sumbangan sukarela”—sumbangan yang sifatnya dipaksakan kepada setiap orang ketika datang ke klinik atau rumah sakit. Jadi, rakyat El Salvador tidak bisa menginjakkan kaki ke klinik atau rumah sakit jikalau tidak membayar sumbangan sukarela itu.

Sekarang, di bawah pemerintahan kiri, hampir semua layanan kesehatan bisa diakses secara gratis di klinik atau rumah sakit pemerintah. Hanya saja, sistem kesehatan pemerintah ini baru menjangkau 80-85 persen dari penduduk.

Kemudian, untuk meningkatkan derajat kesehatan rakyat, El Salvador meluncurkan sistem kesehatan komunitas atau Equipos Comunitarios de Salud Familiar (ECOS). Dengan didanai oleh Kementerian Kesehatan, ECOS memberikan layanan kesehatan keluarga di kawasan pedalaman El Salvador.

Sekarang ini sudah berdiri 400-an ECOS, yang melayani sedikitnya 140 kota/kabupaten termiskin di El Salvador. ECOS terdiri dari sebuah tim yang terdiri dari dokter, perawat, asisten perawat, dan sejumlah promoter kesehatan. Mereka mendatangi keluarga miskin di pedesaan, yang selama ini tidak pernah terjangkau oleh layanan kesehatan modern.

Dalam setiap 4-6 jaringan ECOS, terdapat sebuah klinik khusus yang didalamnya ada laboratorium, dokter anak, internis (dokter ahli penyakit dalam), ginekolog, dokter gigi, ahli gizi, pendidik kesehatan, ahli terapi, dan lain-lain. Mereka ini bekerja tak ubahanya unit reaksi cepat alias bisa dipanggil kapan saja (24 jam).

Sistem layanan kesehatan pintu ke pintu ini, seperti diterapkan oleh ECOS, sebetulnya menyontek sistem kesehatan Kuba, yaitu Medicina General Integral (MGI), yang menekankan layanan kesehatan berbasis komunitas. Yang begitu menakjubkan, dokter dan perawat di ECOS dilarang menerima uang atau imbal-balik apapun dari pasien yang dilayaninya.

Selain itu, sukses terbesar FMLN adalah mengurangi angka kematian ibu dan anak. Di Amerika Latin, El Salvador tercatat sebagai negara yang sukses mencapai tujuan MDGS empat tahun lebih cepat dari jadwal.

Dengan cerita sukses di atas, kita seakan lupa dengan nasib kelam yang pernah menimpa El Salvador. Pada tahun 1980an, negeri ini dilanda perang saudara mengerikan. Lebih dari 75 ribu rakyat El Salvador menjadi korban dari peperangan itu.

Begitu perang saudara berakhir, El Salvador diperintah oleh partai sayap kanan, yakni ARENA. Partai ini menerapkan kebijakan neoliberal. Tak hanya itu, korupsi merajala dengan ganasnya. Ratusan juta dollar anggaran negara masuk ke kantong politisi sayap kanan.

Dua kali IMF memberi pinjaman untuk pembangunan rumah sakit yang hancur akibat gempa bumi. Dua kali ganti menteri kesehatan, rumah sakit tak kunjung selesai. Eh, malah menteri itu ditangkap karena dituduh korupsi.

Pada tahun 2002, Bank Dunia memaksa El Salvador memprivatisasi layanan kesehatannya. Pekerja sektor kesehatan publik (ISSS) menggelar protes besar-besaran menentang privatisasi. Mahasiswa Universitas ikut turun ke jalan mendukung pekerja. Sementara perawat dan dokter menggelar aksi mogok serentak. Privatisasi membawa dampak buruk. Orang El Salvador sering menyebutnya “membayar atau mati”. 47% rakyat Ekuador sama sekali tidak tersentuh layanan kesehatan.

Sekarang, di bawah pemerintahan FMLN, sistem kesehatan El Salvador sedang dipulihkan. Anggaran kesehatan naik dari 1,7% menjadi 2,5% dari PDB. Memang, ada kekhawatiran sebagaian orang terkait masa depan program kesehataan ini. Pasalnya, sistem kesehatan itu tidak dijalankan berdasakan UU yang kuat, melainkan murni inisatif FMLN dan Presiden Mauricio Funes. Orang khawatir, kalau kekuasaan FMLN berakhir, sistem kesehatan itu juga berakhir.

Kekuasaan FMLN memang masih sangat muda. Mereka belum sepuluh tahun menukangi negeri yang pernah dihancurkan oleh imperialisme ini. Meski begitu, inisiatif politik FMLN telah membuka peluang bagi rakyat El Salvador untuk menatap masa depan yang lebih baik.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut