Serukan ‘Gerakan Pasal 33’, PRD Jateng Bagikan Buku Saku UUD 1945

Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik (KPW-PRD) Jawa Tengah membagi-bagikan ribuan buku saku UUD 1945 sebagai bagian dari peluncuran ‘gerakan nasional pasal 33’, kemarin (22/7).

Aksi pembagian buku saku dilakukan di empat kota, yaitu Semarang, Kendal, Kudus, dan Magelang. Menurut Ketua KPW PRD Jateng, Sunu Fajar, pembagian buku saku UUD 1945 ini dimaksudkan untuk mengajak rakyat memahami isi konstitusi tersebut.

“UUD 1945 itu punya sifat anti-kolonialisme. Jika rakyat mengetahui hal itu, maka mereka bisa menyadari bahwa pemerintah telah melakukan tindakan melanggar konstitusi,” kata Sunu Fajar.

Di Semarang, aksi pembagian UUD 1945 di lakukan di kawasan Tugu Muda Semarang. Para aktivis PRD membagikan buku konstitusi itu kepada setiap pengguna jalan.

Tidak hanya itu, agar lebih menarik dan menarik simpati rakyat, PRD Semarang juga menggelar aksi tetrikal. Tetrikal ini diperankan oleh empat orang; satu orang memakai topi amerika, dua orang mengecat badannya dengan merah-putih, dan satu orang lagi membawa bola dunia.

“Aksi tetrikal ini untuk menggambarkan tentang imperialisme yang berkehendak mengusai dunia, termasuk Indonesia. Kita bisa melakukan perlawanan dengan menggalang sebuah persatuan nasional,” kata Johan Untung Ragil Sardjono, aktivis PRD Semarang.

Aksi pembagian buku saku UUD 1945 juga berlangsung di Kudus, Jawa Tengah. Aksi pembagian buku konstitusi itu dipusatkan di alun-alun Simpang Tujuh, kemarin (22/7).

Dalam aksi pembagian buku konstitusi itu, beberapa aktivis PRD menyampaikan orasi tentang ‘gerakan pasal 33’. Agus Purnomo, ketua PRD Kudus, menjelaskan bahwa gerakan pasal 33 berusaha memastikan penggunaan kekayaan alam dan sumber daya nasional untuk kemakmuran rakyat.

“Pasal 33 UUD 1945 sekarang sudah dikhianati. Buktinya, pemerintah sekarang justru menganut prinsip ekonomi liberalisme,” katanya.

Aksi pembagian buku konstitusi juga berlangsung di Kendal, Jawa Tengah. Para aktivis PRD di Kendal menggelar aksinya dan sekaligus membagikan buku saku konstitusi di depan kantor DPRD Kendal.

Sementara di Magelang, deklarasi gerakan pasal 33 diikuti oleh sedikitnya 300-an orang anggota PRD. Selain menggelar aksi massa di kantor DPRD Magelang, aktivis PRD juga membagi-bagikan buku UUD 1945.

Dalam aksi itu, massa PRD ditemui oleh empat orang anggota DPRD, diantaranya: Mujadin Putu Murja (PDIP), Mashari (PAN) dan Kuswan Haji (PKB). Ketiganya mengaku sangat mendukung gerakan pasal 33 yang digencarkan oleh PRD.

Ketiga anggota DPRD itu juga bersepakat untuk menyampaikan tuntutan PRD kepada pihak DPR-RI.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • onik guevara

    lanjutkan!