Seruan Untuk Pemilih Di Pilkada

Empat hari lagi, tepatnya 9 Desember mendatang, Indonesia akan menggelar ajang politik terbesar kedua setelah pemilihan umum, yaitu pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak.

Tentu kita berharap agar ajang politik ini akan membawa sesuatu yang baik. Kita berharap, Pilkada ini bisa melahirkan pemerintahan lokal yang pro-rakyat. Sebuah pemerintahan yang bekerja untuk kesejahteraan rakyat di daerah.

Tentu saja, itu adalah cita-cita. Dan, ingat, cita-cita hanya mungkin menjadi kenyataan kalau diperjuangkan. Dalam konteks Pilkada, pemerintahan pro-rakyat hanya mungkin hadir kalau kita memperjuangkan.

Salah satunya melalui penggunaan hak suara anda. Sebab, suara anda yang akan menentukan siapa kandidat/pasangan calon yang akan terpilih dan mendapat mandat. Karena itu, pastikan pilihan anda tidak salah.

Pertama, pastikan rekam jejak setiap kandidat. Rekam jejak adalah kaca benggala untuk melihat riwayat politik dan perilaku kandidat. Pastikan kandidat yang ada pilih tidak pernah terlibat korupsi dan kejahatan terhadap rakyat (penggusuran PKL, perampasan lahan rakyat, pembuat kebijakan/perda yang merugikan rakyat, dan lain-lain).

Kedua, pastikan anda memilih pasangan calon (paslon) yang punya program yang berpihak pada rakyat dan mendorong kemajuan daerah. Tentu saja, program beda dengan slogan. Di banyak alat peraga kampanye, banyak paslon yang memasang slogan yang indah-indah. Tetapi belum tentu programnya benar-benar sejalan dengan visinya membangun dunia yang indah itu.

Ketiga, setelah melihat program paslon, pastikan program itu bisa diperjuangkan dan diwujudkan. Untuk itu, sebuah program umum harus punya program turunan. Juga tahapan dan rencana kerja untuk melaksanakannya. Ini penting untuk menghindari anda ditipu oleh program yang muluk-muluk.

Keempat, pastikan si paslon punya komitmen politik untuk memperjuangkan dan melaksanakan programnya itu. Sebab, sebaik dan sebagus apapun program, kalau tidak dijalankan dengan konsisten, tentu hanya akan menjadi dokumen kertas belaka. Karena itu, cari tahu informasi mengenai komitmen si Paslon dalam memperjuangkan programnya itu.

Kelima, pilihlah paslon yang punya keberpihakan terhadap rakyat. Sejatinya politik adalah seni mengelola kekuasaan untuk kepentingan umum/rakyat. Namun, faktanya, banyak juga yang terjun ke politik untuk kepentingan pribadi. Yang terakhir ini hanya menjadikan politik untuk mencari nafkah, memperkaya diri, melancarkan bisnis, menaikkan status sosial, dan lain-lain. Nah, supaya anda tidak salah pilih, lihat rekam jejak paslon yang anda akan pilih. Seberapa besar keberpihakannya terhadap persoalan-persoalan rakyat, terutama mereka yang selama ini termiskinkan dan terabaikan.

Keenam, pilihlah yang mau mendengar rakyat, bukan yang merasa ahli bisa bekerja sendiri ataupun teknokratis. Sebab, apa yang dikehendaki rakyat belum tentu sama seperti dibayangkan oleh si pemimpin dan segelintir ahlinya. Idealnya, setiap kebijakan politik dikonsultasikan dengan rakyat luas. Karena itu, pemerintah mestinya menciptakan ruang yang memungkinkan rakyat untuk berpartisipasi dalam merumuskan, mendiskusikan, memutuskan sebuah kebijakan politik.

Ketujuh, pilih paslon yang tetap memegang teguh Pancasila dan UUD 1945. Maklum, banyak paslon yang mengobarkan sentimen kedaerahan, etnisitas, dan agama, yang justru berpotensi melemahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Seharusnya Pilkada bukan untuk melemahkan bangsa, tetapi justru memperkuat bangsa.

Kedelapan, pastikan suaramu tidak sia-sia. Karena itu, selain datang ke TPS dan menggunakan hak suara, anda juga harus memastikan Pilkada ini berjalan demokratis. Jauh dari politik uang dan kecurangan.

Demikianlah. Semoga anda benar-benar bisa menggunakan suara anda untuk kemajuan daerah dan negara. Ingat, suara anda sangat penting. (Mahesa Danu)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
Tags: