Seribuan Pedagang Stasiun Cikini Tolak Penggusuran

Sedikitnya 1000-an pedagang dan pengrajin stasiun Cikini menggelar aksi massa di depan stasiun Cikini, Jakarta (14/2/2012). Mereka menolak rencana pengosongan dan pemagaran oleh PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).

Para pedagang dan pengrajin ini tergabung dalam Aliansi Serikat Pedagang Stasiun Layang. Jumlah massa yang besar tumpah ruah hingga menutupi jalan di depan stasiun Cikini. Mereka juga membakar ban bekas di tengah jalan.

Massa juga membentangkan spanduk bertuliskan “Berdagang Harga Mati” dan “Revitalisasi Bukan Penggusuran”. Di mata para pedagang, kebijakan PT. KAI untuk melakukan revitalisasi sarana dan prasarana identik dengan penggusuran.

“Revitalisasi bukan berarti melakukan penggusuran terhadap pedagang kecil,” ujar Koordinator aksi Aliansi Serikat Pedagang Stasiun Layang, Djarkasih Damanik.

Salah seorang anggota DPRD DKI Jakarta, Taufiqurrahman, tampil di tengah-tengah massa dan menggelar orasi politik. Ia mengaku mendukung perjuangan para pedagang dan pengrajin stasiun layang.

Aksi ini sempat diwarnai kericuhan. Kejadian itu terjadi saat sejumlah petugas stasiun muncul di hadapan massa aksi. Kontan saja, ratusan massa aksi berusaha mengejar petugas stasiun ini.

Sebelumnya, pada 1 Februari 2011, PT KAI mengeluarkan selebaran berisi perintah pengosongan kios paling lambat tanggal 17 Februari. Pasalnya, menurut selebaran tersebut, PT KAI akan melakukan pemugaran terhadap sejumlah stasiun, yakni Cikini, Gondangdia, dan Juanda.

Menurut Djarkasih Damanik, pada pedagang tidak pernah mendapat sosialisasi dari pihak PT. KAI perihal pengosongan itu. “Mereka cuma kasih surat yang isinya agar pedagang mengosongkan tempat berdagangnya. Itupun cuma fotocopian,” katanya.

Dijelaskan Djamanik, para pedagang hanya disosialisasikan mengenai tarif sewa kios, yakni nilai jual obyek pajak (NJOP) kali luas lahan kali 15-20 persen.

“Itu kenaikan lebih dari 100 persen. Dulu kita bayar sewa Rp400 ribu per meter per tahun. Sekarang Rp15 juta per 12 meter per tahun,” ucap Djarkasih.

Menjelang siang, enam orang perwakilan pedagang diajak berdialog dengan pejabat PT.KAI, yakni Kepala PT KAI Daops I, Purnomo Radik. Sampai saat ini, hasil pertemuan kedua belah pihak tersebut belum diketahui.

Andi Nursal

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut