Seribu Lilin Untuk Solidaritas Kebebasan Beragama Di Bundaran HI

JAKARTA: Sedikitnya 500 orang berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta, sekitar pukul 19.30 WIB, sambil menyalakan lilin sebagai bentuk solidaritas terhadap kebebasan beragama yang sedang terancam di Indonesia.

Dalam pernyataan sikapnya, Forum Solidaritas Kebebasan Beragama menilai, peristiwa terror dan kekerasan berulang-kali terhadap jemaat HKBP Pondok Timur merupakan salah satu contoh saja dari berbagai kekerasan berbasiskan agama di era pemerintahan SBY.

Mengutip catatan Setara Institute, pada tahun 2008 terdapat 17 kasus kekerasan terhadap kebebasan beragama. Pada tahun 2009, angka itu meningkat menjadi 18 kasus. Sementara tahun 2010, dengan menghitung dari Januari- juli, tercatat 28 kasus pelanggaran kebebasan beragama.

“Kebebasan beragama sudah diatur oleh konstitusi nasional kita, tetapi kenapa Negara masih tetap saja absen dalam memberikan perlindungan dan jaminan?” ujar seorang orator dari atas mobil komando.

Untuk itu, mereka mendesak Presiden memerintahkan menterinya untuk melakukan evaluasi terhadap seluruh aturan yang berbau diksriminatif, termasuk Peraturan Bersama Menteri Agama dan Mendagri Nomor 9 tahun 2006 dan Nomor 8 tahun 2006 tentang pedoman tugas kepala daerah/wakil kepala daerah dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama.

Dalam acara ini, hadir sejumlah tokoh politik, akademisi, artis/seniman, dan tokoh lintas agama, seperti Islam, Kristen, Katolik, Budha, dan Hindu. Mereka memanjatkan doa berdasarkan agama masing-masing secara bergantian. (Ulfa)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut