Seri Pemerintahan Lokal: Pengalaman Frente Amplio (selesai)

Pengalaman Berharga

Apa yang dijelaskan diatas, masih merupakan secuil dari pengalaman Frente Amplio dalam mengelola pemerintahan kotamadya di Montevideo. Meskipun begitu, pengalaman secuil ini telah memberikan hasil yang menguntungkan bagi partai kiri dan gerakan progressif, terutama ketika berhadapan dengan periode ultra-konservatif ketika itu.

Dalam sepuluh tahun terakhir, penetrasi kapitalisme global bukan hanya menjangkau Negara atau sebuah wilayah ekonomi, tetapi sudah menjangkau lapisan luas masyarakat hingga unit paling kecil. Penetrasi itu bukan saja berbentuk eksploitasi ekonomi, tetapi juga penghancuran segala syarat-syarat bagi transformasi sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Dan eksistensi strategi pemerintahan lokal, mungkin, berada di dalam proposal ini.

Rakyat muak dengan janji-janji yang tak dapat dipenuhi dan dengan demikian hanya sekedar berpropaganda tentang masyarakat alternatif tidaklah cukup. Butuh untuk mendemonstrasikan dalam praktek-praktek sehari-hari apa yang dikhotbahkan. Ini hanya mungkin “dengan mengembangkan alternatif kerakyatan terhadap kapitalisme dengan cara membuang motif profit dan hubungan-hubungan yang dipaksakan olehnya dan menggantikannya dengan suatu logika baru yang humanistik dan didasarkan pada solidaritas dalam ruang-ruang yang dikuasai oleh kaum kiri” (Harnecker, 2001, 164-165).

Terlepas dari perbedaan formula dalam mendemonstrasikan praktek, tetapi pemerintahan kiri di tingkat lokal telah berhasil menjawab sejumlah tantangan sosial, ekonomi, dan politik yang dihasilkan oleh neoliberalisme.

Sekarang ini, ada dua arus pararel yang sedang bertabrakan di Amerika latin; arus neoliberal, didukung oleh lembaga-lembaga internasional dan kekuatan politik konservatif, dan arus alternative yang dipromosikan oleh pemerintahan progressif.

Ada beberapa point keuntungan dari pengalaman pemerintahan lokal ini;

pertama, menjadi lapangan uji soal bagaimana kita memerintah atau menjalankan sebuah kekuasaan untuk rakyat banyak. Selama ini, kita selalu dipandang sebagai tukang kritik tanpa mengajukan solusi praktis.

Kedua, pemerintahan lokal dapat menjadi arena bagi kaum kiri untuk mendemonstrasikan kemampuannya guna membuat alternative diluar kapitaalisme, seperti pengalaman partai buruh Brazil dan Frente Amplio. Bentuk keberhasilan sekecil apapun, seperti pengalaman Erundina Zousa yang hanya berhasil mengelola sistim transfortasi modern di Kota Sao Paulo, atau pengalaman pendidikan gratis di Jembrana, Bali, akan menjadi point penting untuk menaikkan kredibilitas politik dan partai di tingkat nasional.

Ketiga, pemerintahan lokal dapat digunakan untuk mempolitisasi, mengorganisasikan, dan mendorong partisipasi rakyat dalam mempersiapkan syarat-syarat bagi transformasi sosial, politik, ekonomi, dan budaya.

Ada pengalaman menarik di Brazil, kaum kiri dapat memenangkan pemilu dalam satu putaran, meskipun aksesnya di media diblokade. Sebagai contoh, masyarakat di kotamadya Porto Alegre, ibukota Rio Grande Do Sul, yang telah memilih walikota dari partai buruh (PT) tiga kali. Masyarakat memilih PT karena pengalaman mereka memerintah. Sekitar 130 ribu orang, dari 1,3 juta jiwa penduduk di kota itu, pernah terlibat dalam penganggaran partisipatif.

Dalam kasus itu, propaganda negatif yang diarahkan media TV dan cetak, yang dikontrol pemilik media dan elit oligarkhi, tidak sanggup mengalahkan praktik demokrasi langsung pemerintahan lokal.

Dan, seperti yang dikatakan Tabare Vasquez, kemenangan Frente Amplio dalam pemilu nasional tidak dapat dipisahkan dari pengalaman yang kaya pemerintahan lokal. Terlepas, kemudian, apakah ini dipandang sebagai strategi memanjat kekuasaan (kotamadya, propinsi, nasional) atau bukan, tetapi pemerintahan lokal punya kontribusi penting dalam strategi kiri.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut