Ratusan Petani Masih Duduki Kantor BPN Lampung

Ratusan petani dari tiga desa di Lampung Tengah, yakni Surabaya, Sendang Ayu, dan Padang Ratu, masih bertahan di depan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung, Rabu (4/4/2012).

Para petani ini bertahan di bawah tenda-tenda sederhana yang dibangun di pinggir jalan depan kantor BPN.  Aksi pendudukan petani ini sudah berlangsung 16 hari. Meski begitu, sampai sekarang pihak BPN belum memberi jawaban resmi atas tuntutan para petani.

“Belum ada jawaban dari pihak BPN. Kami hanya mendapat janji-janji terus,” ujar Rakhmat Husein DC, aktivis dari Partai Rakyat Demokratik (PRD), organisasi politik yang selama ini mewadahi perjuangan para petani ini.

Padahal, kata Husein, pihak BPN pusat sudah menjanjikan akan mengeluarkan surat jawaban perihal tuntutan para petani pada tanggal 29 Maret 2012 lalu. Namun, sudah hampir seminggu berlalu, surat yang dijanjikan tidak juga kunjung dikeluarkan.

Sementara itu, kondisi logistik para petani makin menipis. Selama ini para petani hanya mengandalkan bahan makanan yang dibawa dari kampung.

Meski begitu, para petani mengaku pantang surut. Hari-hari yang melelahkan ini banyak diisi dengan diskusi mengenai konflik agraria, mimbar bebas, dan pembahasan strategi-taktik perjuangan.

Untuk memperkuat tekanan politik, para petani berencana akan menggelar aksi mogok makan. “Kita akan menggelar aksi mogok makan hingga pihak BPN merealisasikan tuntutan para petani,” kata Husein.

Bendera-bendera PRD terlihat tertancap kokoh di samping tenda-tenda petani. Sejumlah aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) juga hadir di tengah-tengah kaum tani. Mahasiswa-mahasiswa ini banyak membantu kebutuhan-kebutuhan petani selama pendudukan.

Untuk diketahui, para petani menuntut agar pihak BPN segera mengeluarkan SK perihal pengembalian tanah milik petani yang selama ini diklaim oleh PT. Sahang.

“Tanah itu sudah habis masa kontrak dan HGU-nya sejak tahun 2008 lalu. Tetapi sampai sekarang belum dikembalikan kepada pemiliknya, yaitu kaum tani dari tiga desa (Surabaya, Sendang Ayu, dan Padang Ratu),” kata Koordinator Biro Politik PRD Lampung, Rakhmat Husein DC.

SADDAM CAHYO

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut