Seperti Apa Persatuan Nasional itu, Ini Penjelasan Sekjen PRD

Sudah menjadi keharusan, berhadapan dengan berbagai tantangan kebangsaan, terutama desakan liberalisasi dan bangkitnya politik sektarian, bangsa ini harus bersatu.

Tetapi bagaimana persatuan nasional itu dipahami dan dibangun?

Sekretaris Jenderal Partai Rakyat Demokratik (PRD), Dominggus Oktavianus, menjelaskan, persatuan nasional sejalan dengan cita-cita Bung Karno tentang negara gotong-royong.

“Gotong royong tidak sesempit dipahami sebagai kerja bakti di lingkungan atau fasilitas umum, tetapi ini lebih luas, kerja bersama membangun bangsa,” jelas Dominggus dalam diskusi memperingati HUT PRD ke-23 di Jakarta, Senin (22/7/2019).

Dalam lapangan ekonomi, lanjut Dominggus, persatuan nasional bermakna konsolidasi kekuatan dan modal nasional untuk kesejahteraan rakyat.

Ia mencontohkan soal pentingnya investasi. Menurutnya, selama ini investasi selalu dimaknai sebagai mengundang modal asing. Padahal, investasi itu bisa bermakna modal nasional.

“Harusnya ada konsolindasi modal nasional, dari pengusaha nasional, BUMN, koperasi dan usaha rakyat, untuk investasi sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Sementara di lapangan politik, menurut Dominggus, berwujud pada upaya mencari kesamaan pandangan terhadap apa yang menjadi persoalan bangsa saat ini.

Di pemilu 2014, ungkapnya, Pilpres masih diwarnai dengan adu gagasan, baik kubu Jokowi maupun Prabowo. Namun, di pemilu 2019, adu gagasan itu menghilang tergantikan oleh olok-olokan antar cebong dan kampret.

“Gagasan apa yang bisa diambil dari olok-olokan dari dua istilah hewan itu. Tidak ada gagasannya,” ucapnya.

Menurut dia, sekarang ini diperlukan sebuah konsolidasi nasional untuk menemukan kesamaan gagasan untuk menemukan persoalan bangsa dan jalan keluarnya.

Untuk kebudayaan, Dominggus menganggap perlunya sebuah strategi kebudayaan untuk menghadapi berbagai tantangan, baik dari luar maupun di dalam.

Terakhir, Dominggus menggaris-bawahi relevansi gagasan Bung Karno tentang negara gotong-royong untuk menjawab persoalan kebangsaan saat ini.

Menurutnya, ketika liberalisme justru membuat manusia atau warga negara tercerai-berai, maka konsep gotong-royong yang memastikan semua warga Negara bisa maju dan berkembang bersama.

Bagaskara Wicaksono

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut