Sekretariat Gabungan Pemuda Tolak Intervensi Bank Dunia

Kamis, 20 Mei 2010 | 23.21 WIB | Kabar Rakyat

JAKARTA, Berdikari Online: Ratusan pemuda yang tergabung dalam Sekretariat Gabungan (Sergap) Pemuda Indonesia menyatakan penolakan terkait intervensi Bank Dunia terhadap kedaulatan dan hukum di Indonesia.

Pernyataan itu dikeluarkan saat menggelar aksi di depan Kantor Bursa Efek Jakarta (BEJ), tempat Bank Dunia berkantor di Indonesia. Sebagai bentuk protes, massa melempari kantor lembaga keuangan internasional tersebut dengan telur busuk.

Menurut Lalu Hilman Afriandi, humas dari Sergap Pemuda Indonesia, Bank Dunia sudah terlalu lama menguras sumber daya alam negeri ini dan mengendalikan perekonomian nasional sampai melenceng jauh dari jalan ekonomi bangsa yang digariskan founding father.

Selain itu, menurut penjelasan Lalu Hilman, sidik jari Bank Dunia juga terlihat dalam berbagai gejolak politik di Indonesia, terutama dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, yang merugikan kepentingan nasional bangsa kita.

Dia mencontohkan, ketika dua orang ekonom pro-neoliberal diduga terlibat kasus korupsi, dalam hal ini Sri Mulyani dan Budiono, pihak Bank Dunia langsung melakukan upaya penyelamatan dan berusaha melindungi pelaku.

Lalu Hilman menganggap langkah Bank Dunia mengamankan Sri Mulyani, selain merupakan intervensi terhadap kedaulatan dan hukum nasional di Indonesia, , juga bertentangan dengan prinsip transparansi dan tata-pemerintahan yang baik (good governance).

Untuk itu, Sergap Pemuda Indonesia menuntut Bank Dunia angkat kaki dan tidak lagi menginjak-injak kedaulatan nasional Indonesia. Mereka juga meminta agar pengangkatan Sri Mulyani ditangguhkan, hingga proses hukum terkait dugaan skandal Century dituntaskan. (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut