Sekjen PRD: Mari Perjuangkan Republik Indonesia Keempat!

Sekretaris Jenderal Partai Rakyat Demokratik (PRD), Dominggus Oktavianus, mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama memperjuangkan terwujudnya Republik Indonesia Keempat.

“Republik Indonesia Keempat adalah masyarakat adil dan makmur, yang merupakan cita-cita kemerdekaan kita, juga cita-cita dari para pendiri bangsa kita,” kata Dominggus saat menyampaikan pidato di acara Musyawarah Kota (Muskot) PRD Jakarta Barat (Jakbar) di GOR Jakbar, Rabu (20/5/2015).

Untuk memperjuangkan Republik Indonesia Keempat ini, kata dia, rakyat Indonesia harus kembali kepada Pancasila sebagai filosofi, pandangan, nilai, dan kumpulan pengetahuan yang maju untuk menyusun kembali tatanan sosial yang berkeadilan.

“Untuk memperjuangkan cita-cita masyarakat adil dan makmur, maka Pancasila adalah dasarnya. PRD sudah menyadari hal itu sejak Kongres ke-VII tahun 2010,” tuturnya.

Disamping itu, lanjut dia, jalan untuk mewujudkan cita-cita masyarakat adil dan makmur itu adalah Trisakti, yakni berdaulat dalam menentukan sikap politik, berdikari dalam membangun perekonomian, dan berkepribadian dalam bidang budaya.

Dalam pidatonya Dominggus menyinggung tahapan historis perjalanan bangsa ini dari Republik Indonesia Pertama hingga Republik Indonesia keempat saat ini.

Republik Indonesia pertama mengacu pada era pasca Proklamasi hingga berakhirnya kekuasaan Bung Karno. Di era ini ada upaya kuat dari penyelenggara negara saat itu untuk memberi isi pada kemerdekaan nasional dengan menjalankan politik yang anti-imperialis, ekonomi berdikari, dan memperkuat kepribadian nasional.

Sayang, perjuangan Republik Indonesia pertama ini diinterupsi oleh berdirinya Republik Kedua, yakni periode kekuasaan Orde Baru (Orba). Di bawah Orba, modal asing diundang kembali dan diberi keleluasaan untuk mengeksploitasi kekayaan alama Indonesia. Kemudian, untuk menjaga kepentingan modal tersebut, penguasa Orba menutup ruang demokrasi dan memasung hak-hak politik rakyat.

“Dan sekarang, di jaman yang aur-auran ini, kita menamainya Republik Ketiga. Di mana bangsa ini nyaris tidak punya kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian nasional lagi,” terangnya.

Rakyat Harus Berpolitik

Di kesempatan yang sama, Dominggus juga mengajak rakyat untuk terlibat aktif dalam politik. “Politik adalah pengorganisasian gagasan, ide-ide, dan cita-cita untuk memperjungkan keadaan yang lebih baik,” jelasnya.

Menurut Dominggus, mereka yang punya gagasan dan cita-cita yang sama berhimpun dalam sebuah partai. Partai itulah yang akan menjadi sarana memperjuangkan gagasan dan cita-cita politik bersama tersebut.

Sayangnya, menurut dia, partai-partai yang ada sekarang tidak berbasiskan pada gagasan dan cita-cita bersama, melainkan pada kepentingan sempit pemimpinnya untuk meraih kekuasaan.

Karena itu, ia mengajak rakyat, khususnya di Jakbar, untuk membesarkan dan memperkuat PRD. Menurut dia, PRD sengaja didirikan sebagai alat politik rakyat.

“Anggota PRD di sini (Jakbar) harus bisa menyakinkan setiap orang per hari, baik anggota keluarga, tetangga, teman kerja, ataupun kenalan, untuk bergabung dengan PRD,” serunya.

Di tempat yang sama, Ketua KPW PRD DKI Jakarta Setio Ajiono juga mengajak rakyat miskin untuk aktif berpolitik. “Untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan, maka caranya adalah rakyat harus memegang kekuasaan,” katanya.

Aji—sapan akrab Setio Ajion—menambahkan, rakyat tidak bisa lagi menitipkan nasibnya pada partai-partai yang terbukti gagal mengembang aspirasi rakyat, melainkan kepada partai baru yang berakar pada rakyat itu sendiri.

“PRD adalah partainya rakyat. PRD dibangun untuk mewujudkan cita-cita bangsa ini, yakni masyarakat adil dan makmur,” tegasnya.

Aji juga mengajak anggota PRD Jakbar untuk bahu-membahu meluaskan partai dengan mengajak rakyat sebanyak-banyaknya untuk bergabung dengan PRD.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut