Sebentar Lagi Venezuela Punya UU Perburuhan Yang Revolusioner

Venezuela tak henti-hentinya membuat gebrakan revolusioner. Di bidang perburuhan, misalnya, negara Bolivarian ini sedang mempersiapkan Undang-Undang (UU) perburuhan yang revolusioner.

Menteri Luar Negeri Venezuela, Nicolas Maduro, mengonfirmasi bahwa penyusunan UU perburuhan sudah memasuki draft akhir sekarang. Diharapkan, pada 1 Mei 2012 mendatang, bertepatan dengan perayaan Hari Buruh Sedunia, UU perburuhan tersebut akan disahkan melalui dekrit Presiden Hugo Chavez.

UU Perburuhan ini membongkar semua hukum perburuhan Venezuela yang lama. Berkomentar di stasiun TV negara, VTV, Maduro mengungkapkan bahwa pemerintah telah bekerjasama dengan kaum pekerja dan komunitas terorganisir dalam penyusunan UU yang digambarkannya “pelopor” di seluruh dunia.

“Kami bekerja dan berdebat dengan rakyat untuk menyusun regulasi yang melindungi hak, stabilisasi, hak untuk bekerja…peraturan ketenagakerjaan yang baru merupakan instrumen untuk membangun tahap tertinggi sosialisme,” kata Madoro.

UU ketenagakerjaan yang baru ini menghapuskan tenaga kerja kontrak.

Maduro juga menyebut visi sosialis dalam UU baru ini berbeda dengan dulu. Menurunya, UU perburuhan dulu mengijinkan perusahaan secara bebas melakukan penipuan “tenaga kerja” dengan karyawannya.

Ia juga membedakan UU baru ini dengan reformasi UU perburuhan di Spanyol, yang dianggapnya “serangan eksplisit terhadap pekerja”.

Maduro melakukan pengumuman setelah Komite Presiden yang bertanggung-jawab menyusun UU baru ini mengadakan pertemuan untuk membahas proposal yang disampaikan masyarakat umum.

Lebih dari 19.000 proposa masuk ke tangan panitia. Sebagian besar membahas tentang pengorganisasian ulang hari kerja, relasi sosial produksi, serta gaji dan tunjangan yang mestinya diterima pekerja.

Proposal lainnya diharapkan disampaikan oleh pekerja, kolektif sosial, dan partai politik melalui pertemua bulan depan. Partai Komunis dan serikat buruh UNETE diharapkan sudah memasukkan proposalnya.

Partai Komunis Venezuela sudah melakukan lokakarya mengenai UU ketenagakerjaan di seluruh negeri. Partai Komunis, bersama dengan UNETE, menamai proposalnya dirancang berdasarkan “perspektif klas”.

“Kami sudah menegaskan kesediaan kami untuk maju menuju model baru dalam hubungan produksi … bergerak dari hubungan produksi kapitalis, yang mengutuk pekerja untuk eksploitasi, menuju hubungan produksi sosialis, yang memungkinkan adanya tatanan baru “ketenagakerjaan” dalam semangat “pembebasan, solidaritas, dan partisipasi, dengan tidak ada sama sekali eksploitasi,” kata Sekjend Partai Komunis,  Pedro Eusse.

Sementara, menurut Koordinator UNTETE, Roger Escalante, proposal yang diserahkan serikat buruh ke Istana Presiden sangat berbau “sosialis dan humanistik” dan didasarkan pada “kesejahteraan bagi seluruh pekerja, sehingga semuanya terlindungi secara setara.”

RACHAEL BOOTHROYD

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut