Sayap Kanan Kembali Berkuasa Di Paraguay

Horacio Cartes, seorang pengusaha tembakau dan termasuk orang terkaya di Paraguay, berhasil memenangi pemilu Presiden Paraguay yang berlangsung Minggu (21/4).

Cartes, yang diusung partai kanan Colorado, memastikan kemenangannya setelah meraih suara 46%. Sementara pesaingnya, Efrain Alegre, yang diusung oleh partai liberal, hanya mendapatkan 37% suara.

Begitu mengetahui hasil pemilihan, ribuan pendukung Cartes berkumpul di markas kampanyenya. Mereka melambai-lambaikan bendera, menari di jalanan, dan membakar petasan.

Dalam pidato kemenangannya, Cartes menyerukan persatuan seluruh negeri. “Saya tidak akan bekerja sendirian. Kita harus bekerja bersama untuk membawa Paraguay ke depan,” katanya di hadapan para pendukungnya.

Cartes, yang punya saham di 20 perusahaan, berjanji akan menciptakan lapangan pekerjaan, mengurangi kemiskinan, dan berinvestasi untuk pendidikan dan kesehatan.

Partai Colorado adalah partai tuan tanah dan elit binis di Paraguay. Partai ini juga menjadi penyokong era kediktatoran Jenderal Alfredo Stroessner (1954 – 1989). Sejak kemerdekaan Paraguay, Partai inilah yang mendominasi kehidupan politik Uruguay.

Selama kampanye pemilu lalu, Cartes dituding melakukan kecurangan, membeli suara pemilih, kejahatan, dan homophobia. Dia juga pernah dipenjara karena penipuan dan penyelundupan narkoba.

Dengan kemenangan Cartes ini, politik Uruguay makin bergeser ke kanan. Kondisi ini mulai terlihat setelah keberhasilan sayap kanan mengkudeta pemerintahan kiri Fernando Lugo.

Fernando Lugo, uskup progressif yang berkuasa tahun 2008, digulingkan oleh parlemen Paraguay pada  22 Juli 2012 lalu. Lugo dianggap bertanggung jawab atas tewasnya 17 orang petani dan polisi saat bentrokan berbau konflik agraria di Provinsi Canindeyu, yang notabene berada di luar kontrolnya.

Namun, sejak kudeta terhadap Lugo, hampir semua pemerintahan di Amerika Latin—yang didominasi kiri—menolak mengakui pemerintahan kudeta dan melakukan politik isolasi terhadap Paraguay.

Daratan Paraguay sendiri dikepung oleh negara kiri, yakni Brazil, Argentina, dan Bolivia. Dengan kemenangan sayap kanan, Paraguay makin kesulitan untuk berhubungan dengan negara tetangganya.

Fernando Lugo, yang maju sebagai senator dalam pemilu kali ini, menganggap kemenangan Cartes sebagai pertanda “kembali ke masa lalu”. Kandidat yang diusung sayap kiri, Aníbal Carrillo, tidak sanggup mengimbangi sayap kanan.

Menurut sejumlah media, banyak pemilih yang menyatakan kecewa dengan Lugo dan ingin kembali ke Colorado.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut