Saudi Kirim Pasukan Ke Suriah, Rusia: Ini Akan Memicu Perang Dunia

Keputusan Arab Saudi, yang diikuti Turki, untuk mengirim pasukan ke Suriah menuai tantangan. Pihak Rusia memperingatkan, Jika Saudi melakukan itu, maka ini akan memicu “perang dunia”.

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan Amerika Serikat dan sekutunya untuk tidak melakukan operasi darat di Suriah. Menurutnya, operasi darat itu justru akan memicu perang jangka panjang.

“Semua operasi darat akan memicu perang jangka panjang. Lihatlah apa yang terjadi pada Afghanistan dan sejumlah negara lainnya. Saya belum menyinggung nasib naas Libya,” kata Medvedev saat wawancarai oleh media Jerman, Handelsblatt, Kamis (11/2/2016).

Dia meminta semua pihak untuk duduk di meja perundingan guna mengakhiri konflik yang mencekik Suriah ketimbang memicu “perang dunia baru”.

“Amerika Serikat dan sekutu Arabnya harus memikirkan ulang ini: ingin atau tidak perang permanen,” kata dia.

Perdana Menteri Rusia itu juga mengingatkan bahwa tidak mungkin bisa memenangkan perang dalam waktu singkat, khususnya di Arab, “ketika setiap orang melawan setiap orang.”

Dia juga menegaskan, keterlibatan pihak asing mengatasnamakan oposisi Suriah justru hanya memperburuk kekerasan.

Sebelumnya, jurubicara militer Arab Saudi Ahmed Al-Assiri menegaskan bahwa keputusan Saudi turut menggempur Negara Islam (ISIS) di Suriah sudah “final” dan “tidak bisa diubah lagi”.

Amerika Serikat sendiri menyambut baik keinginan Arab Saudi tersebut. Tentang kapan Arab Saudi akan mengerahkan pasukannya, keputusan diserahkan kepada Amerika Serikat.

Intervensi Arab Saudi dan Turki di Suriah, atas nama perang melawan ISIS, memang janggal. Sebab, Arab Saudi diketahui menjadi donatur bagi kelompok-kelompok jihadis Wahabi yang menjadi pembentuk kelompok tersebut.

Belakangan, Rusia juga menyingkap keterlibatan Turki dalam penyelundupan minyak ISIS. Lalu, Kamis (11/2/2016) kemarin, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuding Turki menyuplai logistik untuk jihadis, yakni Jabhat al-Nusra dan Jaish al-Islam.

Sementara itu, di Munich, Jerman, berlangsung perundingan berbagai pihak untuk menyelesaikan konflik di Suriah.

Konflik bersenjata di Suriah sudah memakan banyak korban. Laporan terbaru Syrian Center for Policy Research menyebutkan, 11,5 persen dari 22,5 juta rakyat Suriah tewas atau terluka sejak berkecamuknya perang dari tahun 2011. Jutaan rakyat Suriah mengungsi ke negara tetangga dan ke Eropa.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut