Satpol PP Gusur Paksa Pedagang Pasar Wage Saat Dini Hari

Pasukan Satpol Pamong Praja (PP) tiba-tiba melakukan penggusuran paksa terhadap para pedagang di lantai bawah Pasar Wage Purwekerto, Banyumas, dini hari tadi (10/7).

Penggusuran paksa itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Pada saat kejadian itu berlangsung, sejumlah aktivis pergerakan mencoba untuk melindungi pedagang dan menghentikan tindakan aparat.

Akan tetapi, pihak Satpol PP terus merengsek maju dan menyerang para aktivis dan para pedagang. Sejumlah aktivis mengalami luka akibat dipukuli atau terjatuh. Chieka Fitria, sekretaris SRMI Purwekerto, mengalami luka serius di bagian kepalanya.

Menurut pengakuan Chieka, dirinya ditarik oleh belasan satpol PP, lalu dipukuli beramai-ramai. “Saya dipukuli di bagian kepala dan perut. Lalu saya di bawa kantor kepala pasar,” katanya.

Sejumlah aktivis juga ditangkap oleh petugas. Mereka sebagian besar adalah anggota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), dan Front Perjuangan Rakyat (FPR).

Serangan Satpol PP itu berlangsung kira-kira 2 jam. Menjelang pagi hari, para aktivis mulai membubarkan diri. Sedangkan sebagian pedagang akhirnya dipaksa naik ke lantai dua Pasar Wage.

Pedagang Dirugikan Perda

Para pedagang sayur Pasar Wage mengaku dirugikan oleh keluarnya Perda yang melarang mereka berjualan di lantai bawah.

Menurut mereka, kalau mereka dipaksa pindah ke lantai dua, maka dagangan mereka tidak akan laku karena sepi pembeli.

Lagi pula, sesuai kesepakatan pedagang dan Satpol PP, para pedagang sayur ini dibolehkan berjualan dari pukul 24.00 WIB sampai pukul 07.00 WIB.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut