Ribuan Petani Tanjung Kedabu Datangi Kantor DPRD Meranti

MERANTI: Seribuan massa petani dari Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang, Kamis (19/8) mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Meranti. Mereka meminta perlindungan dari pihak DPRD terkait insiden pembakaran dua unit eskavator milik PT. Sumatera Riang Lestari (SRL) beberapa waktu yang lalu.

Selain itu, para petani yang membawa bendera Serikat Tani Riau (STR), bersama dengan Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) juga menuntut pencabutan ijin operasional Hutan Tanaman Industri (HTI) PT. Riau Andalan Pulp and Paper, PT. SRL, dan PT. Kondur.

Menurut laporan koresponden Berdikari Online di lapangan, massa petani sudah bergerak dari kampung masing-masing sejak tengah malam dari Tanjung Kedabu menuju Desa Bungur, yang diperkirakan berjarak kurang lebih 43 kilometer.

Setelah matahari terbit, para petani lalu bergerak menuju kantor DPRD kabupaten Meranti, dengan ditemani lagu-lagu dan yel-yel perjuangan. Meski melalui perjalanan sangat panjang, sebagian besar massa terlihat sangat bersemangat.

Menurut Ridwan, koordinator aksi ini,  para petani sudah lama berada dalam kondisi tertekan oleh praktik HTI oleh PT. RSL. Oleh karena itu, kata Ridwan, pihak petani sangat berharap agar DPRD bisa berperan untuk memperjuangkan tuntutan ini.

Saat berdialog dengan perwakilan petani, pihak DPRD menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa mengambil keputusan untuk mencabut ijin HTI tersebut. Meski begitu, pihak DPRD mengajukan opsi alternatif, yaitu penghentian sementara aktivitas perusahaan tersebut hingga ada penyelesaian bersama.

Terkait penahanan s8 petani terkait insiden pembakaran dua eskavator, pihak DPRD menjanjikan untuk mengirimkan surat kepada Kapolres Meranti agar melakukan penangguhan penahanan kepada para petani.

Selain terhadap PT. SRL, para petani ini juga mendesak agar pihak DPRD mempercepat proses pemanggilan terhadap manajemen PT. Kondur terkait tuntutan saat aksi massa pada 26 Juli lalu.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • PT. SRL harus pergi dari desa kami.

    ( t i t i k )