Ribuan Petani Pulau Padang Tuntut Pembebasan Pejuang Agaria

Petani Pulau Padang

Ribuan petani di Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, menggelar aksi massa di Tugu Berlawan, Senin (11/2). Mereka menuntut pembebasan dua pejuang agraria, yakni Muhamad Ridwan dan Muis, yang saat ini masih ditahan di Polres Bengkalis.

Ribuan petani ini berasal dari 7 desa di Pulau Padang, yakni  Desa Bagan Melibur, Desa Mayang Sari, Desa Mekar sari, Desa Pelantai, Desa Sungai Anak kamal, Desa Lukit, dan Desa Mengkirau.

Ribuan petani ini mengawali aksinya dengan menggelar istighosah dan zikir bersama. Setelah itu, mereka pun mulai menyampaikan orasi-orasi politik secara bergantian.

“Pada intinya, kami menuntut agar pihak PT. Energi Mega Persada (EMP) Malacca Strait segera mencabot pelaporannya kepada polisi. Sebab, pelaporan itulah yang dijadikan dasar oleh Polres untuk menangkap Ridwan dan Muis,” kata Misno, salah seorang petani Pulau Padang.

Selain itu, Misno juga mendesak agar pihak kepolisian segera membebaskan kedua aktivis tersebut. “Tindakan kepolisian menangkap Ridwan dan Muis merupakan bentuk kriminalisasi terhadap pejuang agraria,” tegasnya.

Sekitar pukul 15.00 WIB, perwakilan ribuan petani dan tokoh-tokoh masyarakat mendatangi kantor PT. EMP Malacca Strait. Mereka pun langsung diterima oleh PT. EMP.

Dalam pertemuan itu, pihak PT. EMP Malacca Strait mengaku akan mengkonsultasikan tuntutan warga ke pimpinan PT. EMP di Jakarta. “Janjinya tanggal 14 Februari sudah ada hasil,” kata Misno menuturkan hasil pertemuan itu.

Menurut Misno, jika nanti pada tanggal 14 Februari 2012 juga tak ada hasil, petani Pulau Padang berencana menggelar aksi besar-besaran.

Untuk diketahui, pada tanggal Februari lalu, Muhamad Ridwan dan Muis ditangkap oleh Kepolisian. Ridwan adalah Ketua Umum Serikat Tani Riau (STR). Sedangkan Muis adalah aktivis Front Komunikasi Masyarakat Berdaulat (FKMB) Pulau Padang.

Polisi berasalan, kedua aktivis itu telah melakukan penghasutan dan perbuatan tidak menyenangkan. Namun, belakangan diketahui bahwa penangkapan itu dipicu oleh pelaporan PT. EMP Malacca Strait.

Dalam beberapa bulan terakhir, Ridwan bersama aktivis FKMB Pulau Padang mengadvokasi buruh-buruh PT. EMP. FKMB Pulau Padang menganggap anak perusahaan Bakrie Group itu telah telah mendiskriminasi pekerja lokal.

Selain itu, Ridwan selaku Ketua Umum STR aktif memimpin perjuangan rakyat Pulau Padang melawan kesewenang-wenangan PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut