Ribuan Petani Kolombia Meminta Suaka Ke Venezuela

Catatumbo.jpg

Bukan hanya Edward Snowden, pembocor rahasia pemantauan intelijen Amerika Serikat, yang meminta suaka politik ke Venezuela. Beberapa hari yang lalu, ribuan petani di wilayah Catatumbo, Kolombia, juga meminta suaka politik ke Venezuela.

Ribuan petani itu bernaung di bawah payung organisasi ASCAMCAT (Asosiasi Pekerja Pedesaan Catatumbo). Pada tanggal 21 Juni lalu, mereka telah menulis surat terbuka kepada Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, untuk meminta suaka.

Para petani Catatumbo, yang terletak di perbatasan dengan Venezuela, sedang berjuang melawan kebijakan pemerintah Kolombia melarang panen koka di wilayah mereka. Padahal, para petani ini menggantungkan hidupnya dari pertanian koka.

Sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan pemerintah itu, ASCAMCAT menggelar aksi pemblokiran jalan raya sejak 10 Juni lalu. Hingga saat ini, empat petani tewas dibunuh dan ratusan lainnya terluka dalam aksi protes petani di Catatumbo. Sementara empat petani lainnya dipenjara.

ASCAMCAT melaporkan, sampai sekarang sebanyak 6000 petani masih melakukan mobilisasi dan memblokir jalan raya. Sementara Presiden Kolombia Juan Manuel Santos menyatakan tidak mentolerir aksi pemblokiran jalan raya. Ia mengklaim ‘melindungi kehidupan, ketentraman, dan mobilitas orang-orang Kolombia’ sebagai sesuatu yang penting.

Santos juga mendesak petani untuk menghentikan aksi blokir jalan itu. Menurutnya, petani tak punya lagi alasan untuk melanjutkan aksi tersebut. Namun, para petani Catatumbo menegaskan, mereka hanya akan mengakhiri aksi blokade jalan dan protes apabila pemerintah (Kolombia) berkomitmen untuk memasukkan Catatumbu sebagai ‘zona cadangan petani” dan memberikan ganti rugi kepada petani yang menjadi korban kebijakan pelarangan panen daun koka. Di Kolombia, Zona Cadangan bermakna daerah yang dilindungi di bawah hukum Kolombia.

Petani sendiri khawatir, pemerintahan sayap kanan Kolombia akan mengirimkan militer untuk mengakhiri aksi protes petani. Karena itu, ASCAMCAT meminta Presiden Nicolas Maduro menyediakan kepada petani sebuah tempat ‘perlindungan kemanusiaan internasional’ di wilayah Venezuela.

“Melalui surat ini kami meminta agar pemerintahanmu (Venezuela) mengijinkan kami menggunakan hak internasional guna meminta suaka dan berlindung di bawah UU Venezuela yang melindungi pengungsi dan peminta suaka,” tulis para petani tersebut.

El Colombiano, koran lokal berbahasa Spanyol di Kolombia, melaporkan bahwa para petani belum mendapat jawaban resmi dari pemerintah Venezuela. Namun demikian, sejumlah petani yang terlibat dalam protes telah menyeberang ke wilayah Venezuela, khususnya di wilayah negara bagian Zulia.

Juan Carlos Quintero, salah seorang juru bicara ASCAMCAT, melaporkan bahwa sebanyak 150 orang, umumnya anak-anak, orang tua dan orang sakit, sudah menyeberang ke wilayah Venezuela. Pemerintah Venezuela langsung memberi mereka pertolongan pertama, bantuan kemanusiaan, bahan makanan, dan pertolongan medis.

Sayangnya, pihak oposisi Venezuela–sayap kanan–menolak permintaan suaka itu dan segala bentuk perlindungan terhadap para petani yang dicap-nya sebagai ‘demonstran Kolombia’.

Mereka menuding petani itu punya kaitan dengan gerilyawan revolusioner di Kolombia dan berpotensi merusak perdamaian antara Venezuela-Kolombia. Presiden Nicolas Maduro baru saja bertemu dengan Presiden Kolombia Juan Santos di Puerto Ayucacho, perbatasan Venezuela, untuk memulai pembicaraan mengenai pemulihan hubungan bilateral kedua negara.

Di tahun 1998 dan 1999, sekitar 40.000-an rakyat Kolombia menyeberang ke Venezuela setelah Unit Pertahanan Kolombia (AUC) menyerbu wilayah Catatumbo. Militer itu mengancam dan membunuhi warga. Banyak diantara pengungsi kini memilih menetap di Venezuela.

Saat ini ada 4,5 juta warga negara Kolombia yang memilih tinggal di Venezuela. Komisi Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) memperkirakan, 200.000 diantara mereka yang melarikan diri karena kekerasan dan konflik internal di Kolombia. Artinya, 3000 orang Kolombia melarikan diri ke Venezuela per tahun. Sementara Asosiasi Kolombia di Venezuela memperkirakan 350 orang warga Kolombia yang melarikan diri ke Venezuela per hari.

Raymond Samuel

Catatan: laporan ini diolah dari venezuelanalysis.com

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut