Ribuan Orang Hadiri Proses Pemakaman Pemimpin Argentina, Nestor Kirchner

Buenos Aires: Meskipun hujan lebat mengguyur sepanjang hari, ribuan rakyat Argentina tetap turun ke jalan untuk mengikuti prosesi pemakaman mantan Presiden Argentina, Nestor Kirchner (29/10).

Sekitar pukul 13.20, waktu setempat, setelah ditempatkan selama 26 jam di  Latin American Patriots Hall, caravan kendaraan meninggalkan istana kepresidenan menuju bandara.

Ribuan rakyat berkumpul di peristirahatan sementara sebelum jenazah diberangkatkan ke bandara, karena banyak rakyat yang tidak bisa menjangkau istana untuk menyatakan selamat jalan kepada Kirchner.

Jenazah Kirchner, yang juga Sekretaris Jenderal Uni negara-negara di Amerika Selatan (UNASUR), akan dimakamkan di Rio Gallegos, sekitar 2.360 kilometer dari ibukota negara.

Kirchner, 60 tahun, yang menjalani operasi bulan September karena gangguan jantung, meninggal dunia di kota El Calafate, Argentina selatan.

Istrinya, Christina Fernandez de Kirchner, adalah presiden Argentina sekarang ini.

Mantan Presiden Yang Populer

Ketika Kirchner terpilih sebagai presiden pada tahun 2003, ia hanya mengumpulkan dukungan sebanyak 23%. Setelah hampir dua puluh bulan menjabat di kursi kepresidenan, ia berhasil menaikkan dukungan menjadi 90%.

Andres Gaudin, seorang wartawan Uruguay yang melarikan diri ke Argentina, menjelaskan dengan baik faktor popularitas pemimpin peronis ini.

Kirchner tak membuang waktu. Sebelum memulai konfrontasi verbalnya dengan International Monetary Fund dan kreditor swasta tentang pembayaran hutang yang berjumlah lebih dari $165 milyar, ia berinisiatif menggalang dukungan dengan menguasai sektor-sektor sosial yang terbengkalai, demikian dipaparkan oleh Andres Gaudin.

“Ia bertemu muka dengan kelompok-kelompok HAM, menjadikannya presiden pertama selama dua dekade demokrasi yang melakukan hal tersebut,” katanya menambahkan.

Kirchner juga berhasil menarik kaum progresif dan intelektual dengan menghentikan kenaikan biaya pelayanan umum yang diprivatisasi pada tahun 1990an, dan dengan menghentikan hak-hak istimewa yang dinikmati perusahaan air minum dan kereta api sejak masa Menem.

Tindakan lainnya, dalam sektor ini, termasuk menghentikan konsesi Sistem Pos Argentina untuk secara efektif mengembalikannya ke kekuasaan negara, dan pembentukan perusahaan pemegang saham yang dijalankan negara di bidang penerbangan dan energi.

Upaya awal Kirchner yang paling populer adalah renovasi mendalam terhadap sistem kejaksaan dan, khususnya, Mahkamah Agung, yang selalu menjadi sumber korupsi dalam pemerintahan Menem.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut